Langkah Darurat Pemkab Gunungkidul Tangani Kekeringan

Ahmad Mustaqim 25 Oktober 2018 13:49 WIB
kemarau dan kekeringan
Langkah Darurat Pemkab Gunungkidul Tangani Kekeringan
Warga Dusun Blado, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul saat mengantre bantuan air bersih memakai jeriken. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Gunungkidul: Pemerintah Kabupaten, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyiapkan langkah darurat menangani kekeringan. Salah satunya dengan upaya mengalirkan air dari gua yang ditemukan warga Dusun Blado, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi segera melaporkan ke satuan kerja (Satker) Pemerintah DIY untuk mengerjakan hal tersebut. Dia mendapat informasi anggota tim Satker sudah mendatangi lokasi.

"Tapi memang harus ada permintaan (dari pemerintah kabupaten)," kata Immawan di Gunungkidul, pada Kamis, 25 Oktober 2018.


Ia mengakui perlu dana besar untuk menaikkan air dari dalam gua. Sebagai langkah pendek atau darurat, kata dia, akan dilakukan pemanfaatan air dengan sistem pipa memakai mesin generator listrik bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum setempat.

"Jika ada dana akan dibangunkan bak (penampungan air). Nanti (langkah) jangka panjang akan (dibuat sistem) pengambilan air bersih," katanya.

Kepala Dusun Blado Witanto mengatakan sumber air yang ditemukan di wilayahnya memiliki debit cukup besar. Namun, memang ada kendala untuk menaikkannya ke luar gua agar bisa dipakai.

Selama ini, kata dia, ada tiga sumber air di Dusun Blado. Namun, dua sumber di antaranya mengering.

"Satu sumber lagi itu, sulit memompa (ke luar gua) karena keterbatasan biaya," kata dia.

Pemerintah desan bersama warga telah berupaya menyewa mesin untuk menaikkan air dari gua. Akan tetapi, ongkosnya terlalu mahal lantaran sehari harus mengeluarkan biaya hingga Rp300 ribu.

Waliyem, warga Dusun Blado mengatakan biasanya menunggu bantuan atau membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan. Warga biasanya berkumpul di salah satu titik dengan menyediakan sejumlah jeriken.

Warga hanya mendapat air bersih dua jeriken yang masing-masing berisi 60 liter. Untuk membeli air, biasanya harganya bisa sampai Rp150 ribu per tangki.

"Kalau dapat air sedikit, mandi seperlunya saja. Sisanya buat masak dan kasih minum ternak," ujarnya.


 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id