Lebah Beracun Ganggu Warga di Gunung Nglanggeran

Ahmad Mustaqim 22 November 2018 20:22 WIB
lingkungan hidup
Lebah Beracun Ganggu Warga di Gunung Nglanggeran
Salah satu sudut pintu masuk obyek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran Patuk, Gunungkidul. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Gunungkidul: Kawanan lebah beracun mengganggu warga di sekitar kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peristiwa yang terjadi sejak 18 November 2018 ini memaksa aktivitas wisata ditutup sementara.

Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglangeran, Sugeng Handoko mengatakan serangan lebah tersebut mengganggu para wisatawan yang naik ke Gunung Api Purba Nglanggeran. Ada sekitar delapan orang, baik warga setempat maupun wisatawan, disengat lebah.

"Anggota kami adalah sekitar dua orang yang opname akibat sengatan (lebah), tapi paginya sudah pulang. Warga harus sembunyi untuk menghindari sengatan," kata Sugeng di Patuk, Gunungkidul, Kamis, 22 November 2018.


Pengelola wisata sempat melakukan pengecekan penyebab munculkan banyak lebah itu. Pengecekan dilakukan dengan pengamanan secukupnya, termasuk mengenakan helm.

Saat sampai di atas gunung, mereka melihat ada elang yang membuat lebah tersebut merasa terganggu di sarangnya. Akibatnya, lebah berhamburan dan beterbangan.

"Ada empat orang yang coba memantau. Setelah ada (lebah) berhamburan, mereka langsung turun, juga kena sengatan," ujarnya.

Sugeng mengatakan telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak soal penanganan lebah itu. Di sisi lain, penanganan tak bisa dilakukan dengan memburu elang karena termasuk satwa dilindungi.

Sementara, sarang lebah di perkirakan berada di lokasi yang cukup sulit dijangkau. Solusi jangka pendek, aktivitas wisata ditutup sementara.

"Kita enggak tahu di mana sebarannya (lebah). Solusi panjangnya masih dikoordinasikan, mau pengasapan atau dipindahkan (sarangnya). Aktivitas pendakian (Gunung Api Purba Nglanggeran) juga steril," katanya.

Ia tak menampik situasi itu memengaruhi perekonomian warga yang salah satunya mengandalkan sektor wisata. Dalam beberapa hari terakhir, ada sekitar 200 hingga 300 wisatawan yang datang.

"Akhirnya mereka (wisatawan) kami sarankan ke obyek wisata lain. Ya walaupun di sini ada 154 orang yang bernaung di bawah Pokdarwis setempat," ungkapnya.
 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id