Petugas melakukan penyemprotan fogging di perumahan warga. MI/Barry Fathahilah
Petugas melakukan penyemprotan fogging di perumahan warga. MI/Barry Fathahilah (Patricia Vicka)

Yogyakarta Gelontorkan Rp432 Juta Untuk Berantas DBD

demam berdarah
Patricia Vicka • 06 Februari 2019 17:20
Yogyakarta: Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menganggarkan Rp432 juta untuk memberantas demam berdarah dengue (DBD) selama 2019. Anggaran tersebut akan dipakai untuk menjalankan sejumlah kegiatan sosialisasi dan pemberantasan.
 
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu menjelaskan dana tersebut di antaranya untuk pengasapan (fogging), pemantauan jentik berkala, pertemuan kordinasi dengan puskesmas dan anggaran penyuluh.
 
"Dalam kegiatan fogging akan dipakai untuk pembelian bahan bakar minyak (bbm), pembelian insektisida, dan membayar tenaga penyemprot,"kata Endang kepada Medcom.id melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu, 7 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemkot sudah mengurangi kegiatan fogging sejak beberapa tahun lalu. Penyemprotan terlalu sering dapat menimbulkan efek samping gangguan pernafasan manusia.
 
Fogging akan dilakukan jika ada permintaan warga dan memenuhi persyaratan, seperti untuk wilayah endemik. "Bulan Februari kami berencana foging di 10 titik. Masing-masing titik sebanyak 2 kali," kata Endang.
 
Pemantauan jentik dilakukan dengan kegiatan sambang kampung. Penyuluh kesehatan secara rutin memantau kebersihan seluruh kampung di Yogyakarta dan mengajak masyarakat kerja bakti memberantas sarang nyamuk.
 
"Biasanya penyuluh datang seminggu sekali secara bergantian ke kampung. Lalu mengajak masyarakat membersihkan barang bekas, menutup tandon air, dan menutup talang,"tuturnya.
 
Dinkes turut mengirimkan obat nyamuk Abate ke puskesmas secara rutin untuk dibagikan secara gratis pada masyarakat. Catatan Dinkes Kota Yogyakarta jumlah penderita DBD selama Januari 2019 adalah 35 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2008 yang sebanyak tujuh orang. Dinkes menduga anomali cuaca menjadi penyebab banyaknya warga yang terjangkit DBD.
 

 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif