Gubernur Akademi Polisi Irjen Rycko Amelza Dahniel - Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Gubernur Akademi Polisi Irjen Rycko Amelza Dahniel - Medcom.id/Siti Yona Hukmana (Mustholih)

Warga Jateng Diminta Jaga Perdamaian Sikapi Pemilu

pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Mustholih • 19 Mei 2019 01:49
Semarang: Masyarakat Jawa Tengah diminta lebih dewasa dalam menyikapi hasil rekapitulasi suara Pemilihan Presiden 2019 yang rencananya bakal diumumkan pada 22 Mei 2019. Mereka diharapkan tidak perlu membesar-besarkan ancaman pendudukan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
 
"Ini pesta rakyat, seluruh rakyat se-Indonesia akan melihat bagaimana hasil rekapitulasi suara tentunya harus disikapi dengan sangat dewasa. Saya yakin masyarakat Jateng sangat demokratis dan sangat dewasa," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel, saat menghadiri kegiatan Multaqo Ulama di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 18 Mei 2019.
 
Rycko menilai masyarakat Jawa Tengah bakal mendukung penuh apapun hasil rekapitulasi yang diputuskan KPU. "Itu dibuktikan dengan rekapulasi tingkat Kabupaten atau Kota dan Provinsi. Suasana berjalan dengan sejuk, damai," ujar Ricko menegaskan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski begitu, Polda Jawa Tengah tetap bersiaga penuh untuk menjaga keamanan wilayah Jateng. Langkah antisipasi tetap dilakukan apabila ada elemen masyarakat Jateng yang turun ke jalan pada saat hasil rekapitulasi suara diumumkan.
 
"Pengamanan pasti ada. Kan tugas polisi dan tentara mengamankan masyarakat," tegas Rycko tanpa menyebut detail jumlah personil Polda Jateng yang akan dikerahkan pada 22 Mei mendatang.
 
Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah, Kiai Haji Ahmad Darodji, meyakini tidak ada gangguan berarti pada 22 Mei 2019. "Tidak ada menggangu ketenangan, insya allah tidak ada masalah," kata Ahmad Darodji.
 
Menurut Darodji, masyarakat Jateng yang ikut Ifthor Akbar 212 hanya sedang melampiaskan emosi sesaat. Sebab, pada hari itu, jagoan mereka kemungkinan besar kalah dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019. "Insya allah hanya emosi sesaat. Nanti mengendap. kalau terjadi (aksi 22) kita tidak usah ikut. 22 Mei diumumkan, nanti lebaran selesai kok," jelas Darodji.
 
Darodji optimistis aksi 22 Mei tidak akan mengganggu keamanan Tanah Air. "Kita optimis tidak terjadi (gangguan). Itu hanya sesaat karena ada yang belum puas, itu spontanitas," tegas Darodji.
 

(BOW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif