Suasana pintu masuk SMA Negeri 3 Yogyakarta, Selasa, 18 Juni 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
Suasana pintu masuk SMA Negeri 3 Yogyakarta, Selasa, 18 Juni 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Orang Tua Masih Kebingungan dengan PPDB Sistem Online

Sistem Zonasi
Ahmad Mustaqim • 18 Juni 2019 14:36
Yogyakarta: Sejumlah orang tua calon peserta didik masih kebingungan dengan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem online. Sejumlah orang tua belum sepenuhnya paham dengan mekanisme pendaftaran.
 
Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta, Agus Santosa mengatakan ada sejumlah orang tua yang datang ke sekolah menanyakan mekanisme sistem zonasi. Dari hal itu, ia melihat belum adanya pemahaman utuh orang tua tentang PPDB.
 
"Tadi ada yang salah paham dikira pengambilan token dulu-duluan, sehingga ada yang merencanakan antre di SMA 3, itu tidak perlu," kata Agus di SMA Negeri 3 Yogyakarta, Selasa, 18 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus menjelaskan pengambilan token bisa dilakukan 21-22 Juni 2019. Setelah mendapat token, pendaftaran bisa dilakukan 24-26 Juni 2019.
 
Hasil nilai UN bukan lagi jadi pertimbangan berdasarkan sistem zonasi ini. Sistem ini mempertimbangkan jarak tempat tinggal dengan sekolah.
 
"Yang buru-buru hanya daftarnya yang online, bisa dari rumah. Kalau pengambilan token tak perlu desak-desakan karena ada nomor antrean," jelas Agus. 
 
Dalam aturan petunjuk teknis yang telah direvisi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, tentang sistem zonasi. Dalam aturan itu, siswa dari 12 kelurahan bisa mendaftar di sekolah itu. Sebelum direvisi hanya sebanyak lima kelurahan. 
 
Kepala Disdikpora DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan aturan sistem zonasi melewati proses revisi. Aturan sistem zonasi ini sebelumnya satu kelurahan untuk satu sekolah. Cakupan wilayah ini kemudian direvisi setelah menuai protes. 
 
Ia menuturkan, masyarakat perlu memperhatikan penambahan zonasi untuk memilih salah satu dari tiga sekolah. Dari tiga sekolah itu, salah satunya dipastikan menjadi pilihan utama. "Jadi tak hanya mengandalkan nilai, namun juga berdasarkan prioritas pilihan pendaftar," ungkap Aji.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif