Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan letusan freatik kembali terjadi pada pukul 9.38 WIB. Durasi letusan freatik itu sekitar enam menit.
"Tinggi kolomnya tadi mencapai sekitar 1.200 meter dari puncak Gunung Merapi," ujarnya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Letusan freatik yang terjadi siang ini menjadi yang kedua kalinya. Sebab, hal serupa juga terjadi pada dini hari tadi sekitar pukul 1.25 WIB dengan durasi sekitar 19 menit dan tinggi kolom 700 meter. Kejadian hari ini lebih kecil dibanding yang terjadi pada Jumat, 11 Mei 2018, lalu.
Letusan freatik terjadi akibat kontak panas dan air di bawah permukaan. Hal ini kemudian menghasilkan uap air dan menyebabkan semburan ke atas.
Hanik menyatakan, letusan freatik saat ini juga menyebabkan hujan abu di sekitar lereng Gunung Merapi. Meskipun, jarak hujan abu masih tidak terlalu jauh.
Ia menambahkan, letusan freatik Gunung Merapi kembali tak menunjukkan pertanda lebih dulu. Meski begitu, seismograf pemantauan membaca letusan freatik itu.
"Ini berbeda dengan letusan 10 hari yang lalu, yang ada tanda-tanda, Ini termal benar-benar langsung naik. Kami terus pantau aktivitas (Gunung Merapi) selama 24 jam," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
