Pentas tari Memeden Gadhu membuka Festival Memeden Gadhu, pada, Jumat malam, 13 Juli 2018. Medcom.id/Rhobi Shani
Pentas tari Memeden Gadhu membuka Festival Memeden Gadhu, pada, Jumat malam, 13 Juli 2018. Medcom.id/Rhobi Shani (Rhobi Shani)

Kesenian Emprak Buka Festival Memeden Gadhu

budaya
Rhobi Shani • 14 Juli 2018 12:38
Jepara: Festival Memeden Gadhu di Desa Kepuk Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kembali digelar. Pentas kesenian Emprak pada, Jumat malam, 13 Juli 2018, menandai dimulainya kegiatan tahunan ini.
 
Puncak acara pada, Senin, 16 Juli 2018, ditandai dengan arak-arakan hantu sawah dan tumpeng berukuran besar.
 
Ketua Panitia, Sriyono menyampaikan, festival ini untuk mempertahankan kearifan lokal setempat yang sebagian besar bekerja sebagi petani. Misalnya, mengatasi masalah hama burung dengan tidak memburu tapi mengusir menggunakan hantu sawah, oleh masyarakat setempat disebut memeden gadhu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada festival ini hantu-hantu sawah yang bisa digunakan untuk mengusir hama burung dibentuk beraneka ragam dalam berbagai ukuran," ujar Sriyono, Sabtu, 14 Juli 2018.  
 
Sriyono melanjutkan, hantu sawah yang dipamerkan dalam festival ini dibuat dari jerami. Hantu sawah tidak melulu dalam bentuk orang-orangan sawah, tapi juga dalam bentuk hewan-hewan yang biasa digunakan petani. Serta alat-alat pertanian, seperti bajak.
 
Kesenian Emprak Buka Festival Memeden Gadhu
Hantu sawah yang dipamerkan dalam festival ini dibuat dari jerami. Medcom.id/Rhobi Shani

 
"Ada juga gadhu berukuran raksasa. Di sepanjang jalan desa di depan-depan rumah warga dan di sekitar makam Mbah Bolem juga diberi memeden gadhu. Tujuannya mengingatkan masyarakat akan kearifan lokal masyarakat petani,” kata Sriyono.
 
Tak sekedar menjaga dan mengenalkan kearifan lokal, Sriyono menambahkan, Festival Memeden Gadhu juga sebagai bentuk salah satu usaha untuk melestarikan kesenian asli Jepara, emprak. Saat ini tinggal menyisakan dua kelompok kesenian emprak di Bumi Kartini. Salahsatunya yang masih bertahan hingga kini ada di Desa Kepuk.
 
"Sekarang pementasan emprak sudah jarang dijumpai. Nah, festival memeden gadhu akan selalu ditandai dengan pementasan emprak,” ucap Sriyono.
 
Selain emprak, festival memeden gadhu juga dimeriahkan dengan berbagai pentas seni tradisional dan modern. Itu seperti tari memeden gadhu dan tari kreasi yang dimainkan anak-anak hingga orang tua.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif