Kondisi rumah keluarga Torikin, 29, warga RT 02 RT 05, Desa Cipelem, Kecamatan, Bulakamba Brebes, Jawa Tengah. (Medcom.id /Kuntoro Tayubi)
Kondisi rumah keluarga Torikin, 29, warga RT 02 RT 05, Desa Cipelem, Kecamatan, Bulakamba Brebes, Jawa Tengah. (Medcom.id /Kuntoro Tayubi) (Kuntoro Tayubi)

Satu Keluarga di Brebes Hidup dalam Rumah Nyaris Roboh

rumah rusak
Kuntoro Tayubi • 13 November 2018 17:03
Brebes: Torikin, 29, warga RT 02 RT 05, Desa Cipelem, Kecamatan, Bulakamba Brebes, Jawa Tengah,  hidup di sebuah rumah yang nyaris roboh bersama keluarganya. Kecemasan membayangi setiap saat, karena bangunan tersebut bisa runtuh kapan saja dan menimpa istri, Fatimah, 30, dan empat anaknya. 
 
Keempatnya adalah Diana, 16, Ayu Tia, 14, Chandra, 10, dan Rifani, 4. Mereka menghuni rumah tersebut sejak puluhan tahun lalu. 
 
Kondisi rumah berukuran 5 x 7 meter ini sudah 30 tahun lebih tidak pernah diperbaiki dan tampak rapuh. Pada bagian dinding ruang tamu sudah retak retak dan ambrol sehingga kondisi rumah bisa terlihat dengan jelas dari luar. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Demikian pula dinding muka rumah sudah terlihat miring. Sementara di dalam rumah terpasang beberapa batang bambu untuk menyangga atap agar tidak ambrol.
 
Fatimah mengaku, terakhir kali dinding ruang tamu ambrol dua hari yang lalu. Kemudian tembok tembok lain pada retak retak dan miring. 
 
"Kalau hujan juga bocor dimana mana. Bila hujan deras dan disertai tiupan angin, kami memilih keluar rumah karena takut bangunannya ambruk," ujar Fatimah saat ditemui di rumahnya, Selasa, 13 Nopember, 2018. 
 
Biasanya ia dan keluarganya numpang berteduh di teras tetangga. Di kalangan tetangga dekat, keluarga ini dikenal tidak mampu secara ekonomi. 
 
Meski tergolong miskin, mereka tidak tersentuh bantuan dari pemerintah. Sejauh ini, bantuan untuk anak sekolah melalui KIP tidak pernah diterima. 
 
Demikian pula saat pemerintah menyalurkan bantuan 50 ekor ayam tiap keluarga miskin, Fatimah mengaku sama sekali tidak menerimanya.
 
"Kalau raskin dapat tiap bulan. Tapi untuk bantuan anak sekolah (KIP) tidak pernah. Semua biaya anak sekolah bayar sendiri meski harus hutang sana sini," terangnya.
 
Saat dikonfirmasi, Eko Supriyanto, Sekcam Bulakamba mengaku belum menerima laporan dari pihak desa mengenai keberadaan keluarga miskin tersebut. Pihaknya berjanji akan melakukan pengecekan langsung dan mengupayakan bantuan bagi mereka.
 
"Nanti saya cek. Kalau memang benar akan kami upayakan bantuan untuk rehab rumah baik melalui RTLH maupun pihak lain," tandas Eko Supriyanto.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif