Obat Ilegal Bernilai Rp578 Juta di Jateng Dimusnahkan

Budi Arista Romadhoni 26 November 2018 16:47 WIB
obat ilegal
Obat Ilegal Bernilai Rp578 Juta di Jateng Dimusnahkan
Petugas memusnahkan obat dan alat kosmetik ilegal di BPOM Jateng, Senin, 26 November 2018. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Semarang: Petugas gabungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Ditreskrimsus Polda Jateng mengamankan jamu dan obat ilegal dari 19 produsen. Produsen diketahui menjual obat dan alat kosmetik tak berizin tersebut secara daring (online).

Kepala BPOM Semarang, Syafriansyah mengatakan, dari penindakan itu, petugas mengamankan 1.615 jenis produk dengan total nilai Rp578 juta.

"Kita menindak 19 pelaku usaha yang mengedarkan produk-produk ilegal yang membahayakan tubuh. Dari jumlah itu, delapan merupakan produsen jamu tradisional, tujuh produsen kosmetik, sementara masing-masing dua terlibat kasus penjualan obat dan pangan," katanya di sela pemusnahan barang bukti di kantornya, Senin 26 November 2018.


Kesembilan belas pelaku usaha ini tergolong nakal karena berulang kali kedapatan mengedarkan produk ilegal. Mereka sudah ditindak dan diproses dengan hukum yang berlaku.

BPOM harus mengajak Ditrekrimsus untuk melacak obat dan jamu ilegal yang dijual secara daring. Ia pun menerjunkan personel BPOM untuk membongkar aksi penjualan yang dilakukan para pelaku. Obat ilegal itu kebanyakan dipasok dari kota besar seperti Jakarta.

"Dan temuan terbanyak berada di Kota Semarang," ungkapnya.

Sejak Januari 2018 hingga saat ini, total nilai barang bukti yang telah diamankan mencapai Rp6,4 miliar. Temuan terbanyak berupa jamu anti rematik ilegal dan jamu kuat.

"Pelaku biasanya mencampurkan zat-zat kimia dengan dosis tinggi sehingga jika diminum secara berlebih, maka konsumennya bisa menderita penyakit yang berujung pada efek gagal ginjal. Makanya saat ini banyak kasus cuci darah yang mulai marak," tegasnya.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id