Gunungkidul Kehabisan Anggaran untuk Mengatasi Kekeringan
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Gunungkidul: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengajukan status darurat kekeringan. Hal ini tak lepas dari anggaran untuk penanganan kekeringan yang sudah habis.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan anggaran telah habis untuk mengirimkan bantuan air bersih dan biaya kendaraan. Saat ini, dua dari enam mobil tangki telah dikandangkan akibat anggaran habis. 

"Anggaran habis dan kami akan mengajukan surat (permintaan) status darurat kekeringan ke bupati (Gunungkidul). Semoga ditindaklanjuti," kata Edy saat dihubungi, Kamis, 1 November 2018. 


Anggaran untuk kekeringan di wilayah tersebut tahun ini sebesar Rp638 juta. Salah satu faktor habisnya anggaran yakni mobil tangki pengirim bantuan memakai BBM non subsidi. Sejauh ini, kebutuhan air bersih di Gunungkidul selama kekeringan juga dibantu pihak swasta. 

Edy mengaku akan mengajukan anggaran tambahan sebesar Rp80 juta ke Bupati Gunungkidul. Anggaran tersebut nantinya untuk memenuhi kebutuhan hingga 24 November 2018. 

"Pengajuan anggaran tambahan kami lakukan besok (2 November 2018). Selanjutnya kami susulkan draft siaga darurat agar dana tak terduga bisa untuk (penanganan) kekeringan," ujar Edy. 

Edy kembali mengatakan, kemarau tahun ini menjadi yang terpanjang dalam dua tahun terakhir. Sebab, hujan dengan intensitas tinggi telah turun pada bulan Oktober pada tahun lalu. Edy juga mengaku sudah berkoordinasi dengan BMKG dan diperkirakan hujan baru akan turun pada pekan ketiga bulan November.

Hingga kini, sebanyak 77 desa di 15 kecamatan di Gunungkidul mengalami Kekeringan. Ada sekitar 132.491 jiwa terdampak kekurangan air bersih. "Anggaran bantuan (air bersih) di tingkat kecamatan juga sudah habis," pungkas Edy.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id