NEWSTICKER
Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo. Medcom.id/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor Tiap Selasa Wage

yogyakarta
Ahmad Mustaqim • 13 Juni 2019 19:22
Yogyakarta: Kebijakan kawasan Malioboro, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, bebas kendaraan bermotor dilakukan secara periodik setiap Selasa Wage, atau sewaktu pedagang kali lima (PKL) Malioboro libur berjualan. Pemberlakuan Malioboro bebas kendaraan bermotor ini dimulai Selasa, 18 Juni 2019.
 
Kebijakan ini dilakukan tiap bulan di hari yang sama pada pukul 06.00-21.00 WIB. "Jadi, Malioboro ben ora kekeselen, ben ono lerene (Malioboro biar ada tidak kelelahan, ada waktu istirahat). Kesepakatannya itu," kata Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Rencana tersebut sudah dirapatkan jajaran Pemerintah DIY, Dinas Perhubungan DIY dan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta serta Kepolisian Resort Kota Yogyakarta.  Perwakilan instansi telah mencapai kesepakatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak semua ruas steril kendaraan
 
Tidak semua ruas jalan bebas kendaraan bermotor. Misalnya, kendaraan bermotor masih bisa melintas dari Jalan Sosrowijayan (sisi barat Jalan Malioboro) menuju di depan DPRD DIY dan Malioboro Mall. Kendaraan bermotor ini bisa langsung belok kanan ke Jalan Dagen atau belok kiri ke Jalan Perwakilan.
 
Kendaraan bermotor dari Jalan Suryatmajan bisa melintas Jalan Malioboro dengan tujuan di Jalan Pajeksan. Hanya sepeda, andong, dan transportasi umum seperti Trans Jogja yang bisa melintas di Jalan Malioboro. "Tidak semuanya (ditutup), kan semi pedestrian," kata dia.
 
Pola rekayasa lalu lintas juga telah disepakaiti. Namun, ia mengaku masih ada sejumlah catatan yang harus diperbaiki.
 
Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor Tiap Selasa Wage
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo menunjukkan peta rencana rekayasa lalu lintas Malioboro jadi semi pedestarian. Medcom.id/Ahmad Mustaqim 
 
Ia mencontohkan akses ke Gedung Agung sebagai kantor kepresidenan di Yogyakarta ditutup total. Akses jalan di sekitar Gedung Agung akan direkayasa. Salah satu tawaran solusi yakni kendaraan dari Jalan Pabringan (utara Pasar Sore Malioboro) bisa dilalui kendaraan bermotor melintas di Jalan Reksobayan (utara Gedung Agung).
 
"Itu akan dikaji tim khsuus dari Dishub (Dinas Peruhuhungan) kota, Dishub provinsi, dan dari Lantas (Polresta Yogyakarta)," ujarnya.
 
Kendaraan umum dan kendaraan pelayan masyarakat masih bisa melintas di Malioboro. Misalnya, truk pengangkut sampah, ambulans, mobil pemadam kebakaran dan kepolisian.
 
Bisa berlaku di hari tertentu
 
Tak menutup kemungkinan kebijakan serupa diterapkan di luar hari Selasa Wage. Ia menyebutkan, kemukiman kebijakan serupa bisa mengambil hari ramai, seperti Sabtu dan Minggu, yang disertai pemberitahuan sebelumnya. Terkait tempat parkir, tak ada perubahan atas kondisi kantong parkir yang saat ini tersedia.
 
"Selanjutnya mungkin tidak hanya Selasa wage tapi hari-hati tertentu akan dicoba di hari-hari yang rame kaya apa. Tapi nanti itu kapannya belum. Sekarang sehari dulu, tanggal 18 (Juni), supaya bisa dievaluasi nek rame ki koyo opo (kalau kondisi ramai seperti apa)," ungkapnya.
 
Ia menambahkan, aturan itu tak mengikat dan dapat diubah dalam kondisi tertentu. Misalnya, jika terjadi kemacetan parah di kawasan Malioboro, bisa dibuka sementara waktu dan kembali ditutup setelah kemacetan terurai.
 
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengungkapkan, publik yang menggunakan akses di Malioboro harus bisa memahami penataan kawasan wisata agar lebih nyaman. "Ini sebagai bagian dari sebuah rencana jangka panjang untuk menata kawasan  Malioboro," ucapnya.
 

 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif