Sejumlah pendaki Gunung Lawu berada di gerbang jalur pendakian Cemorosewu di Magetan, Jawa Timur, Selasa (1/1/2019). ANTARA FOTO/Siswowidodo.
Sejumlah pendaki Gunung Lawu berada di gerbang jalur pendakian Cemorosewu di Magetan, Jawa Timur, Selasa (1/1/2019). ANTARA FOTO/Siswowidodo. (Pythag Kurniati)

Pencarian Pendaki yang Hilang di Gunung Lawu Dihentikan

pendaki hilang
Pythag Kurniati • 09 Januari 2019 11:57
Karanganyar: Pencarian pendaki Gunung Lawu asal Magelang Alvi Kurniawan, 20, dihentikan. Alvi dilaporkan hilang saat mendaki bersama enam orang rekannya pada Senin, 31 Desember 2018.
 
"Operasi SAR, mencari survivor atas nama Alvi Kurniawan ditutup per 8 Januari 2019 malam, pukul 20.15 WIB," kata Humas Basarnas Surakarta, Yohan Tri Anggoro saat dikonfirmasi, Rabu, 9 Januari 2019.
 
Baca: Seorang Pendaki Hilang di Gunung Lawu

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yohan menjelaskan, tim search and rescue (SAR) sudah melakukan pencarian selama sepekan. Namun hasilnya nihil. Tim SAR tidak dapat menemukan tanda keberadaan Alvi.
 
"Survivor (Alvi) dilaporkan hilang oleh teman-temannya sejak Selasa, 1 Januari 2019. Penyisiran dilakukan Rabu, 2 Januari 2019," jelas Yohan.
 
Yohan kembali mengatakan, selama tujuh hari pencarian, personel tim SAR gabungan dikerahkan maksimal. Jumlah seluruh personel tersebut mencapai 250 orang.
 
Berbagai metode pencarian, telah dilakukan. Tim SAR sudah menyisir titik terakhir Alvi terlihat hingga ke titik yang diyakini dilewati Alvi.
 
Kawasan seperti seputaran puncak, Pasar Dieng, Kamanditan, Kayangan, Sendang Macan, Gupak Menjangan telah disusuri.
 
"Begitu pula dengan jalur-jalur pendakian maupun non pendakian yang dimungkinkan dilewati dan dituju. Bahkan kami sudah turun ke jurang-jurang," beber Yohan.
 
Tim SAR gabungan juga sempat melakukan pelacakan ponsel pemuda berusia 20 tahun tersebut. Mengenai kemungkinan Alvi diserang binatang buas, tim SAR menepisnya.
 
Menurut tim SAR, biasanya hewan buas tidak mendekat ke jalur pendakian. "Jauh dari jalur pendakian. Namun setelah ini tetap kami lanjutkan dengan pemantauan," pungkas Yohan.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi