Ilustrasi kawasan pesisir, Medcom.id - M Rizal
Ilustrasi kawasan pesisir, Medcom.id - M Rizal (Budi Arista Romadhoni)

Pesisir Jateng Hanya Diawasi Dua Alat Pendeteksi Tsunami

tsunami
Budi Arista Romadhoni • 26 Desember 2018 18:41
Semarang: Pantai selatan di Jawa Tengah rawan bencana tsunami. Di garis pantai sepanjang 289,07 Kilometer, hanya ada dua alat pendeteksi tsunami yang dipasang.
 
Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie mengatakan pesisir pantai selatan Jateng meliputi kabupaten Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri. Hanya Cilacap yang dipasangkan alat pendeteksi tsunami. Sedangkan tiga kabupaten lain tidak mendapatkan alat pendeteksi tsunami.
 
"Alat pendeteksi Tsunami jenisnya macam-macam, punya BMKG hanya ada di Cilacap, ada dua unit. Tidak bisa mencakup semua, karena pengadaannya mahal. Tetapi untuk kabupaten lain, ada alat EWS peringatan dini berbentuk sirine milik BNPB," ujar Setyoajie melalui sambungan telepon kepada Medcom.id, Rabu, 26 Desember 2018.
 
Pantai selatan, lanjut Setyoajie, merupakan area yang berjarak cukup dekat dengan titik pertemuan dua lempeng tektonik yaitu Eurosia dan Indo-Australia. Bila dua lempeng itu bertemu, gempa di bawah laut berpotensi terjadi. Gelombang tsunami dapat menghantam wilayah pesisir.
 
"Secara teoritis, wilayah selatan Jateng merupakan daerah rawan tsunami. Gelombang itu terjadi akibat aktivitas gempa di zona megathrust di selatan Jawa," ujar Setyoajie.
 
Namun, ujarnya, ia tak bisa memprediksi kapan tsunami datang menerjang. Justru, ia lebih menekankan kewaspadaan warga terhadap ancaman tersebut.
 
Bila merasaka guncangan dengan intensitas kuat dan lama, Setyoajie meminta warga segera menyelamatkan diri. Warga diminta segera berlari ke dataran tinggi.
 
"Evakuasi harus berkonsep mandiri. Bila menunggu peringatan dari pemerintah, tentunya akan sangat terlambat," lanjut Setyoajie.
 
Waktu evakuasi sangat terbatas. Sebab, ungkap Setyoajie, jarak waktu gempa dengan tsunami sangat dekat. "Biasanya kurang dari sejam," kata Setyoajie.
 
 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif