Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Muhammad Nur (dua dari kanan) menunjukan barang bukti narkoba jenis sabu. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Muhammad Nur (dua dari kanan) menunjukan barang bukti narkoba jenis sabu. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni (Budi Arista Romadhoni)

Jaringan Narkoba Jateng Dikendalikan dari Lapas Terungkap

narkoba lembaga pemasyarakatan
Budi Arista Romadhoni • 20 Maret 2019 15:49
Semarang: Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah menangkap lima pelaku sindikat peredaran narkotika. Peredaran narkotika tersebut dikendalikan penghuni lapas dan melibatkan remaja di bawah umur sebagai kurir.
 
Tim Bidang Pemberantasan Narkotika menangkap pelaku BS, 24, IM, 17 dan JFC, 20, yang dikendalikan oleh Bambang Setioko warga binaan LP Kedungpane, dan Rangga Laksana warga binaan LP Ambarawa. Barang bukti yang disita berupa ganja sebarat 6,2 kilogram.
 
"Karena ini anak-anak, otomatis kita gunakan undang-undang yang ada sesuai aturan main. Memang berbagai macam cara dilakukan para pengedar, untuk mengelabui petugas. Modus operandinya bermacam-macam. Saat ini, peran dari remaja di bawah umur itu untuk sementara sebagai kurir," katanya pada saat gelar perkara di Kantor BNNP Jateng, Semarang, Rabu 20 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penangkapan pelaku berawal dari kecurigaan petugas Kantor Pos Erlangga Semarang terhadap dua orang yang akan mengambil paket. Dari laporan petugas kantor pos, pihaknya langsung bergerak melakukan penangkapan.
 
Kedua pelaku menyebut barang tersebut merupakan pesanan dari seorang napi di LP Kedungpane Semarang. Pada hari yang sama, lanjut Nur, petugas juga mengamankan seorang pelaku pengedar ganja yang merupakan warga binaan LP Ambarawa.
 
BNN Provinsi Jateng juga menangkap dua pelaku pengedar sabu di wilayah Kartasura, Kabupaten Sukoharjo di tempat terpisah. Dari tangan keduanya, petugas mengamankan 200 gram sabu siap edar.
 
"Penangkapan kedua pelaku BAP dan MNK warga Boyolali merupakan kerja sama dengan petugas BNN Kota Surakarta," ungkapnya. Pihaknya juga menyita satu unit mobil dan tiga unit handphone.
 
Pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 114 ayat (2) subsider pasal 111 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1), dan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal mati.
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif