Gunung Merapi Menuju Tenang
Anggota SAR memantau aktivitas Gunung Merapi. (ANT/Hendra Nurdiyansyah)
Sleman: Gunung Merapi mulai tenang. Merapi kini mulai menuju letusan efusif atau tidak berdaya rusak tinggi. Letusan efusif lebih bersifat menggugurkan kubah lava.

"Erupsi Gunung Merapi menuju ke efusif. Ini karena tidak ada tekanan gas yang sangat tinggi ke atas," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida, Jumat, 25 Mei 2018. 

BPPTKG telah menemukan Gunung Merapi telah menyemburkan material baru sejak letusan 21 Mei 2018. Sejumlah komponen material baru itu di antaranya berupa silika, kristal, Natrium, dan Calsium.


Selain itu, komponen material magmatik yang keluar lebih bersifat asam. Sedangkan, erupsi yang terjadi pada 11 Mei 2018, menyemburkan material lama. 

Hanik menuturkan, letusan efusif bersifat sangat lemah. Magma yang seandainya muncul ke permukaan akan berwujud encer. "Ada kemungkinan membentuk kubah lava (di puncak)," ujarnya. 

Letusan efusif hampir serupa dengan peristiwa pada 2002 dan 2006. Meskipun erupsi, tapi tidak ada tekanan yang besar. 

"Jika nanti erupsi, ini akan sangat jauh beda dengan (letusan) 2010. Parameter-parameter itu kita terus pantau, kalau ada perkembangan akan kita sampaikan," kata dia. 

Gunung Merapi kini masih berstatus waspada. Jarak radius aman dari puncak Gunung Merapi sekitar tiga kilometer. Masyarakat diimbau tetap siap siaga dan meningkatkan kewaspadaan. 

Baca: Gunung Merapi Kembali 'Batuk'



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id