Kamis, 4 Oktober 2018, beberapa guru menata gamelan di halaman sekolah di Jalan Citra Soma, Desa Senenan, Kecamatan Tahunan. Guru lain menyiapkan kuda lumping, topeng. dan barongan.
Di sekeliling halaman, siswa penyandang disabilitas, orang tua, dan masyarakat mengambil posisi masing-masing. Mereka akan menyaksikan atraksi budaya di sekolah tersebut.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Setelah siap, beberapa siswa muai memainkan alat musik khas masyarakat Jawa. Tampak beberapa siswi menari dengan mengapit kuda lumping. Tangan kanan memegang kuda. Tangan kiri memegang cambuk. Mereka pun bergerak, berlenggak-lenggok, mengikuti irama gamelan.
Di bagian depan grup penabuh gamelan, tiga kardus berjejer. Masing-masing kardus bertuliskan: Penggalangan Dana Korban Gempa dan Tsunami. Setelah menyaksikan kuda lumping, penonton pun memasukkan uang ke dalam kardus.
“Senang bisa pentas dan membantu korban bencana,” ujar Muhammad Muhidin, siswa yang terlibat dalam gelaran tersebut.
Suwandi, Kepala SLB Jepara, mengatakan dana itu akan diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng. Lalu uang itu akan dikirim ke Palu.
Aksi solidaritas pun digelar relawan dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Mereka turun ke jalan untuk penggalangan dana.
Sejumlah pelajar berkeliling desa. Mereka mendatangi rumah dan pedagang di Pasar Larangan untuk menggalang dana.
Pengurus Pimpinan Cabang IPM Larangan, Aji Saputra mengatakan, kegiatan ni diharapkan mampu melatih para relawan untuk memiliki rasa solidaritas yang tinggi untuk membantu saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah. Menurutnya, aksi penggalangan dana ini perlu dilakukan sebagai wujud kepedulian kepada sesame.
“Semoga bantuan tersebut bermanfaat bagi saudara sebangsa di Sulawesi Tengah yang terkena musibah,” kata Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
