Difabel asal Kota Yogyakarta, Anggia Sari Puji (kanan), Senin, 21 Januari 2019. Medcom.id/ Patricia Vicka.
Difabel asal Kota Yogyakarta, Anggia Sari Puji (kanan), Senin, 21 Januari 2019. Medcom.id/ Patricia Vicka. (Patricia Vicka)

Difabel di DIY Masih Kesulitan Dapat Pekerjaan

kaum difabel
Patricia Vicka • 21 Januari 2019 16:34
Yogyakarta: Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas nomor 4 tahun 2012. Namun hingga kini difabel masih sulit mengakses pendidikan dan mendapat pekerjaan.
 
Salah seorang difabel asal Kota Yogyakarta, Anggia Sari Puji Aryati mengatakan, jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Yogyakarta saat ini masih minim. Di sisi lain anak-anak difabel kesulitan masuk ke sekolah reguler.
 
"Masih banyak anak difabel yang sulit dan bahkan ditolak masuk ke sekolah reguler. Padahal kemampuan mereka bisa berkembang lebih jika di sekolah reguler," kata Anggia kepada Medcom.id di Yogyakarta, Senin, 21 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggia menjelaskan, penolakan sekolah umum menerima siswa difabel disebabkan tenaga pengajar yang belum tahu mengatasi dan mendidik siswa difabel. Hal ini terjadi karena pemerintah masih minim memberi pelatihan kepada para guru untuk bisa mangajar anak-anak berkebutuhan khusus.
 
Tak hanya itu aksesibilitas untuk difabel di tempat pendidikan seperti sekolah dan universitas di rasa masih minim. Banyak sekolah biasa yang belum menyediakan bangunan yang ramah difabel.
 
"Misalnya menyediakan ram untuk jalan kursi roda. Bangunan ga didesign untuk mempermudah yang betkursi roda berjalan," beber Anggia.
 
Anggia berharap agar pemerintah lebih meningkatkan komitmenya dalam menjalankan Perda Difabel. Terutama mempermudah kaum disabilitas dalam mengakses pendidikan.\
 
Pemerintah perlu memberi pelatihan pendidikan siswa difabel bagi para guru dan tenaga pendidik. "Pelatihan terutama diberikan untuk guru di sekolah umum," pungkas wanita yang tengah mencalonkan diri sebagai calon DPR RI ini.
 
Setyo, perwakilan dari Komite Disabilitas DIY menyampaikan, disabilitas sulit mendapatkan pekerjaan. Pembukaan lowongan kerja bagi kaum difabel di Daerah Istimewa Yogyakarta baru di bawah 1 persen.
 
Padahal dalam Undang-Undang No 8 Tahun 2016 disebutkan perekrutan karyawan disabilitas untuk instansi pemerintahan sebesar 2 persen dan swasta sebesar 1 persen. 
 
"Waktu pembukaan CPNS kemarin, lowongan untuk difabel jumlahnya masih dibawah dua persen dari jumlah seluruh difabel di DIY," kata Setyo.
 
Para difabel yang membuka usaha belum tersentuh bantuan pendanaan dari koperasi. Hal ini tentu mempersulit para difabel untuk sejahtera dan mandiri.
 
Ia mengusulkan kepada Pemda DIY untuk memberikan reward bagi dinas yang menerima karyawan difabel sesuai peraturan. Sebaliknya instansi yang tidak mempekerjakan karyawan disabilitas diberi sanksi.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif