112 Desa di Pati Masih Dilanda Kekeringan
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Pati: Hujan sudah mulai turun di sejumlah wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati masih mengantar air bersih ke 112 desa yang masih dilanda kekeringan.

Sebanyak 112 desa yang masih terdampak musim kemarau panjang tersebar di 12 kecamatan. Wilayah terdampak yakni Kecamatan Sukolilo, Pati Kota, Gabus, Batangan, Winong, Jakenan, Jaken, Puncakwangi, Kayen, Juwana, Tambakromo, dan Margorejo.

Krisis air bersih paling parah terjadi di Kecamatan Winong. Jumlah desa yang terdampak sebanyak 22 desa.


"Perkiraan kami desa yang terdampak masih bisa bertambah karena hujan baru mulai turun bulan depan, ya meskipun saat ini sejumlah wilayah sudah hujan tapi intensitasnya masih kecil,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Pati, Sanusi Siswoyo saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 24 Oktober 2018.

BPBD menirim air dan membuat sumur untuk menangani krisis air bersih. Hingga awal pekan ini, BPBD sudah menyalurkan 992 tangki air berkapasitas 5.000 liter. Selain itu, juga membuat delapan sumur di empat kecamatan.

"Bantuan pembuatan sumur di Kecamatan Gabus, Winong, Jakenan, Tambakromo, masing-masing satu sumur. Di Kecamatan Kayen ada empat sumur," terang Sanusi.

Ditambahkan Sanusi, jika dibanding tahun lalu, dampak musim kamarau tahun ini lebih parah. Di tahun 2017, BPBD Kabupaten Pati hanya melakukan droping ke 93 desa. Sementara, pada tahun 2016, BPBD Kabupaten Pati hanya melakukan droping air bersih ke satu desa, yaitu Desa Pasuruan.

"Tahun 2016 hanya satu desa karena musim kemaraunya tidak panjang. Dulu, September sudah turun hujan, sementara tahun ini puncak hujan diperkirakan baru terjadi di Desember hingga Januari," pungkas Sanusi.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id