Karanganyar Siagakan 24 Sistem Peringatan Dini Bencana

Pythag Kurniati 02 Desember 2018 14:43 WIB
Mitigasi Bencana
Karanganyar Siagakan 24 Sistem Peringatan Dini Bencana
Ilustrasi. Medcom.id/Pythag Kurniati
Karanganyar: BPBD Karanganyar menyiapkan 24 peralatan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini memasuki musim penghujan. Alat tersebut dipasang di daerah-daerah rawan bencana.

Kepala BPBD Karanganyar, Bambang Djatmiko, mengatakan EWS dibagi untuk daerah rawan banjir dan longsor. "EWS kebanyakan untuk daerah longsor," katanya, Minggu, 2 Desember 2018.

Enam dari 24 EWS yang terpasang merupakan peralatan baru. BPBD memperoleh alat dari sejumlah instansi, seperti BNPB dan BBWS Bengawan Solo.


"Kita pastikan semua berfungsi dengan baik. Kemarin sudah beberapa daerah kita lakukan geladi," ujarnya.

BPBD Karanganyar juga menyiapkan lima unit posko siaga banjir dan tanah longsor. Posko-posko didirikan di daerah rawan bencana.

Empat unit posko berada di Kecamatan Ngargoyoso, Matesih, Jatiyoso dan Kebakkramat. Satu posko lagi merupakan posko pusat.

Menurut Bambang, masing-masing posko digunakan untuk memantau beberapa daerah di sekitarnya. Seperti Posko Ngargoyoso juga digunakan untuk memantau daerah Jenawi dan Kerjo.

"Matesih juga untuk daerah Karangpandan dan Tawangmangu. Jatiyoso juga untuk Jumapolo," kata Bambang.

Sedangkan Kebakkramat digunakan sebagai posko khusus banjir. "Ini untuk Kebakkramat, Jaten dan Colomadu," ujarnya.

Posko yang akan diisi tim gabungan ini tidak hanya bertugas saat ada bencana. Bambang juga menugaskan timnya untuk terus memantau daerah-daerah rawan setiap saat.

Selain itu, BPBD juga memastikan peralatan dan logistik cukup sudah tersedia dengan baik untuk menghadapi musim penghujan. "Kita harapkan logistik tidak keluar. Artinya semoga tidak ada bencana," kata dia.
 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id