Vice President Aeronautical Bussines PT Angkasa Pura I Rahadian D. Yogisworo (tengah). Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Vice President Aeronautical Bussines PT Angkasa Pura I Rahadian D. Yogisworo (tengah). Medcom.id/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Bandara Kulon Progo Sasar Pasar Wisatawan Asia dan Eropa

penerbangan
Ahmad Mustaqim • 30 April 2019 08:28
Kulon Progo: PT Angkasa Pura I memproyeksi sejumlah maskapai dari Tiongkok dan Timur tengah sebagai magnet menarik wisatawan. Sejumlah maskapai telah didekati untuk merealisasi rencana menarik wisatawan mendarat di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Kulon Progo.
 
Vice President Aeronautical Bussines PT Angkasa Pura I, Rahadian D. Yogisworo mengatakan jajarannya tengah menggali potensi untuk menarik wisatawan dari berbagai negara. Salah satunya lewat pendekatan ke Qatar Airways dan EVA Air (Tiongkok).
 
Selama ini Malaysia menjadi salah satu tujuan besar wisatawan mancanegara dan disusul Thailand. Menurut dia, maskapai EVA Air potensial menggaet wisatawan dari Tiongkok untuk setidaknya mendarat di bandara YIA.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tiongkok punya lima kota destinasi. Kebanyakan turun di Bali. Kami akan (mencoba) menarik (wisatawan) dari sejumlah kota di Cina," kata dia.
 
Sementara itu, masakapai dari Qatar selama ini melakukan pendaratan di Malaysia. Ia melihat ada sejumlah peluang pasar menggaet wisatawan dari Eropa dengan maskapai itu. "Kita akan garap potensi 24 persen pasar Eropa yang menuju Yogyakarta. Selama ini tujuannya Bali," kata dia.
 
Ia menilai, destinasi wisata seperti candi Prambanan dan Borobudur bisa menjadi pasar untuk wisatawan Eropa. Lalu, obyek wisata alam, seperti pegunungan, menjadi market wisatawan asal Tiongkok. Untuk wisatawan dari Indonesia, bisa juga ke Candi Prambanan dan Borobudur.
 
"Kita menyiapkan bisnis dengan maskapai, akan membuka diskon yang akan membuka rute baru," ucapnya.
 
Ia menjelaskan, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan banyak pengelola maskapai internasional di Jakarta. Dalam pertemuan itu, ia menjelaskan soal potensi bandara YIA didarati pesawat seukuran Airbus tipe 300.
 
Landasan bandara YIA ini memiliki panjang landasan 3.250 meter dengan lebar 75 meter. Luasan terminal yang telah selesai dibangun saat ini 12.920 meter persegi, dari total rencana seluas 210 ribu meter persegi.
 
"Jadi ini sangat dimungkinkan penerbangan pesawat di atas lima jam Potensi ini sangat luar biasa," ungkapnya.
 
Selain pendaratan, bandara YIA juga bisa dijadikan tempat transit maskapai internasional dengan tujuan sejumlah negara. Ia mencontohkan, penerbangan dari Eropa bisa saja transit di YIA sebelum mendarat di Sydney, Australia.
 
General Manager AirNav Indonesia, Nono Sunaryadi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan lalu lintas penerbangan di bandara YIA sejak 28 Maret 2019. Hal itu diperkuat dengan sertifikat kelayakan operasional bandara.
 
"Terkait prosedur YIA dan Adisutjipto berdiri sendiri. Khusus YIA sudah 28 Maret 2019 sudah bisa melayani (penerbangan). Fasilitas, juga sudah disertifikasi, personel sudah disertifikasi. Prosedur sudah dilakukan pendaratan pesawat kalibrasi," ujarnya.
 

 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif