Ilustrasi longsor, Medcom.id - M Rizal
Ilustrasi longsor, Medcom.id - M Rizal (Budi Arista Romadhoni)

Empat Bencana Harus Diantisipasi Warga Jateng

bencana alam
Budi Arista Romadhoni • 04 Januari 2019 19:28
Semarang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah mengidentifikasi beberapa daerah yang berpotensi terjadi bencana pada musim penghujan ini. Empat jenis bencana mengancam keselamatan warga Jateng.
 
Kepala BPBD Jateng Sarwa Permana mengatakan 1.864 desa dari 336 kecematan berpotensi banjir. Sementara 2.134 desa dari 344 kecematan berpotensi terdampak tanah longsor.
 
Kepala BPBD Jateng, Sarwa Permana mengatakan puncak terjadinya hujan diperkirakan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2019 dan diprediksi curah hujan mencapai 300-400 ml. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Potensi banjir terjadi di wilayah Pantai Utara dari Brebes hingga Rembang, kemudian Pantai Selatan juga berpotensi banjir antara lain cilacap, Kebumen dan purworejo," katanya di Semarang, 4 Januari 2018
 
Sedangkan daerah yang berpotensi terjadi bencana tanah lonsor berada wilayah pegunungan, dan paling besar berpotensi di wilayah Kabupaten Banjarnegara, dan Banyumas.  
 
"Kita sudah pasang 60 alat early warning system (EWS), untuk antisapisi tanah bergerak atau longsor," ujarnya. 
 
Ia menjelaskan, penyebab terjadinya banjir selain cuaca ekstrim adalah karena prilaku manusianya, yaitu membuang sampah tidak pada tempatnya. 
 
"Ini di jateng yang berat di sepanjang sungai Bengawan Solo dan Pemali Juwana. Sering tanggul jebol, harus diwaspadai karena banyak sampah yang menyumbat," tegasnya. 
 
Selain itu, Provinsi Jawa Tengah juga memiliki ancaman bencana Tsunami. Kabupaten yang terdampak terdapat pesisir selatan Jateng yaitu  Cilacap, Purworejo, Kebumen dan Wonogiri. 
 
"Sudah kita pastikan EWS dalam kondisi baik, kita punya sembilan Digital Video Broadcast, tiga Warning Receiver Syistem, dua Sirine Tsunami, enam pendeteksi gempa, dan tujuh Sensor Akselerograf," terangnya. 
 
Kemudian, Jawa Tengah juga memiliki ancaman erupsi Gunung Merapi. Kabupaten yang berdampak terdapat di Boyolali, Magelang dan Klaten. 
 
"Sudah kita pasang rambu evakuasi di enam desa dari tiga kabupaten yang berdampak Erupsi Gunung Merapi," tuturnya. 
 
Menurutnya, bencana di Jawa Tengah mengalami penurunan. Pada tahun 2017, terdapat 2.463 bencana. Di 2018, jumlah bencana menurun jadi 1.734 bencana. 
 
"Tahun 2017 jumlah kerugian akibat bencana mencapai Rp87 Miliar, ditahun 2018 kemarin sudah turun menjadi Rp47 Miliar. Ini karena masyarakat makin paham mitigasi bencana," bebernya. 

 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi