Kepala Dispermadescapil Jawa Tengah, Sugeng Riyanto, mengungkapkan masyarakat yang sudah merekam data, KTP-el milik mereka masih menunggu proses pencetakan.
"Mereka sudah rekam tapi KTP-el tersebut belum dicetak. Paling banyak berada di Pemalang, Cilacap dan Brebes," ungkapnya di Semarang, 5 April 2019.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ia menjelaskan, di Pemalang, layanan rekam KTP-el sedikit lambat lantaran mengalami masalah pada kesiapan sumber daya manusia serta jaringan internet yang lelet. Kemudian di Brebes dan Cilacap masih banyak antrean pembuatan KTP-el di beberapa kecamatan.
"Semuanya kita keroyok. Termasuk meminjam mesin printernya. Sehingga sampai hari ini, dari 27.170.000 jiwa yang sudah rekam KTP-el. Yang belum tinggal 0,04 persen," jelasnya.
Ia menyatakan, mayoritas yang belum dapat KTP-el berasal dari pemohon baru. Yaitu rata-rata pemohon baru berusia 17 tahun.
Saat mendekati pemilu seperti sekarang, pihaknya mengaku tetap berkomitmen untuk jemput bola ke daerah-daerah. Termasuk menyambangi warga ketika hari libur.
"Kita layani semua berkas lengkap sehari jadi. Karena kita dipantau langsung sama Pak Dirjen Disdukcapil. Makanya, kita permudah layanan rekam KTP-el," tuturnya.
Ia menyatakan petugasnya akan terus berkerja lembur untuk menuntaskan rekam KTP-el sampai hari H coblosan.
"Kita juga bantu pemantauan KTP-el selama Pemilu bersama Bawaslu dan KPU. Sebagai contoh di Pati, Grobogan, Purbalingga, Banyumas dan Jepara," bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
