Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id. (Agus Utantoro)

BPBD Kabupaten Bantul Siaga Kekeringan

kemarau dan kekeringan
Agus Utantoro • 26 Mei 2019 19:32
Bantul: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menginventarisasi dusun-dusun yang dimungkinkan mengalami kekurangan air bersih atau kekeringan saat Lebaran ini. inventarisasi dilakukan untuk memudahkan pelaksanaan pengiriman air bersih kepada warga yang memerlukan.
 
"Harapannya, jangan sampai nanti saat Lebaran ada masyarakat yang mengalami kesilitan air bersih untuk keperluan sehari-hari," kata Kepala BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto, Minggu, 26 Mei 2019.
 
Menurut dia, saat ini, sudah ada dua desa yang terdampak kekeringan, yakni Desa Wijirejo di Kecamatan Pandak dan Desa Segoroyoso di Kecamatan Pleret.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikatakannya, saat ini, BPBD Kabupaten Bantul sudah menerima  permintaan air bersih dari Desa Segoroyoso dan dari Desa Wijirejo.
 
Namun, permintaan itu masih sebatas untuk memenuhi kebutuhan rumah ibadah. Jika rumah tangga juga memerlukan, jelasnya, BPBD akan segera melakukan pengiriman air bersih.
 
Kepala Pusdalops BPBD Kabupaten Bantul Aka Luk Luk menambahkan, BPBD Kabupaten Bantul pada masa Lebaran ini  mengoptimalkan kesiapsiagaan petugas Pemadam Kebakaran.
 
Menurut dia, optimalisasi itu karena selama masa Lebaran ini potensi terjadinya kebakaran juga meningkat. Selain karena aktivitas juga karena  musim kemarau.
 
Di tempat terpisah, Kepala UPT Pelayanan Persampahan Kabupaten Sleman Sri Restuti Nurul Hidayah, mengatakan pengangkutan sampah pada masa Lebaran, akan libur selama tiga hari.
 
Pengangkutan, ujarnya, akan kembali dilakukan pada H+3 Lebaran. Dikatakan, Lebaran biasanya terjadi peningkatan volume sampah sehingga saat awal pengangkutan pada H+3 dipastikan juga akan sangat banyak.
 
"Biasanya pada H+1 dan H+2 produksi sampah rumah tangga cukup tinggi," ujarnya.
 
Disebutkan, meski pada masa Lebaran banyak perantau yang meninggalkan Sleman, di lain sisi banyak pemudik yang masuk Sleman, sehingga secara akumulatif tidak terjadi pengurangan produksi sampah.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif