Sejumlah Pengungsi di Lereng Gunung Merapi Mengeluh Sakit

Ahmad Mustaqim 26 Mei 2018 16:35 WIB
gunung merapi
Sejumlah Pengungsi di Lereng Gunung Merapi Mengeluh Sakit
Sejumlah pengungsi saat menjalani pemeriksaan kesehatan. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)
Sleman: Sejumlah pengungsi di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Balai Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai merasa tak sehat setelah dua pekan berada di pengungsian.

Seorang warga Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Adi Wiyono, mengeluh rasa pegal di sejumlah anggota tubuh. Seperti di paha dan kaki. 

"Kalau digunakan duduk itu rasanya sakit. Ini tadi juga habis diperiksa sama petugas," kata Wiyono di barak pengungsian, Sabtu, 26 Mei 2018. 


Meski berada di pengungsian, Wiyono mengaku mendapat kebutuhan logistik hingga tempat tidur. Ia belum berani kembali ke rumahnya karena berjarak sekitar 3,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. 

Ia mengungkapkan, bersedia pulang ke rumah jika situasi Gunung Merapi telah berstatus normal. "Hewan ternak terpaksa saya ungsikan ke rumah tetangga yang rumahnya agak di bawah," kata dia. 

Lelaki 58 tahun itu memilih di pengungsian sejak erupsi freatik Gunung Merapi terjadi Jumat, 11 Mei 2018. Jumlah pengungsi kemudian bertambah menyusul erupsi pada 21 Mei 2018. 

Petugas kesehatan dari Polres Sleman melakukan pemeriksaan sejumlah pengungsi yang mengaku merasa tidak sehat. Menurut seorang petugas kesehatan, Rini Wuryani, ada 54 pengungsi yang diperiksa kesehatannya. 

Hasilnya, lima orang mengalami gangguan pernafasan. Selain itu, tujuh orang diketahui hipertensi, lima orang mengeluh pusing, 22 orang mengalami mialgia atau nyeri otot, empat orang mengalami gatal-gatal, dan seorang pengungsi sakit asam urat. 

"Kebanyak sakitnya sudah lama. Kalau keluhan baru paling kelelahan, pusing, batuk, dan gatal," ujarnya. 

Hingga kini status Gunung Merapi masih waspada. Radius aman masih sejauh tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. 



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id