Batas Waktu Konsumsi Masakan 6 Jam
Korban diduga keracunan makanan masih dirawat di RSUD Kartini Jepara, Kamis 3 Mei 2018, Medcom.id - Rhobi Shani
Jepara: Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, Jawa Tengah, masih menunggu hasil pemeriksaan contoh makanan yang diduga menyebabkan puluhan warga keracunan. Selain contoh makanan, DKK juga mengirim sampel muntahan dan kotoran yang dikeluarkan korban ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang, pada Rabu, 3 Mei 2018.
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada DKK Jepara M Fakhrudin menyampaikan hasil laboratorium keluar minggu depan. Contoh makanan yang dikirim ke BLK Semarang di antaranya, ayam bakar, bumbu kacang, telur, nasi, dan tahu.

"Kami masih menunggu hasil dari BLK untuk mengetahui penyebab pastinya apa. Nanti laboratorium yang akan menentukan penyebab pastinya apa," ujar Fakhrudin.

Baca: Korban Keracunan di RSUD Kartini Jepara Bertambah


Fakhrudin menerangkan, makanan hasil masakan hanya mampu bertahan enam jam. Jika lebih dari enam jam, muncul reaksi kimia yang dapat menyebabkan perubahan pada makanan.

"Kalau proses memasaknya sesuai standar, artinya makanan yang dimasak benar-benar matang sempurna kuat bertahan sampai enam jam," terang Fakhrudin.

Informasi yang dihimpun, nasi kotak yang dipesan SD Negeri 6 Mulyoharjo selesai dimasak pada pukul 13.00 WIB. Kemudian, acara istigasah yang diselenggarakan di sekolah pukul 19.30 WIB. Nasi kotak dibagikan usai kegiatan istigasah.

Usai memakan nasi kotak, puluhan warga mengeluhkan sakit perut, mual pusing, dan demam tinggi. Sedikitnya, 84 orang diduga keracunan nasi kotak yang dibagikan. Sampai saat ini, 44 orang dirawat di RSUD Kartini Jepara. Sisanya menjalani rawat jalan dan rawat inap di klinik kesehatan serta Puskesmas.

Baca: Tujuh Siswa Batal Ujian Nasional akibat Keracunan



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id