Bea Cukai Sita Rokok Ilegal Senilai Rp15 Miliar

Rhobi Shani 30 November 2018 11:02 WIB
rokok ilegal
Bea Cukai Sita Rokok Ilegal Senilai Rp15 Miliar
Petugas mengecek rokok tanpa pita cukai yang disita di Jepara, Jumat 30 November 2018, Medcom.id - Rhobi Shani
Kudus: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sepanjang tahun 2018 telah menindak peredaran maupun produksi rokok ilegal sebanyak 68 kali. Nilai barang yang telah disita sebesar Rp15 miliar.

Kepala Seksi Intelijen Penindakan KPPBC Kudus, Indra Gunawan menyampaikan, dari jumlah nilai barang telah kami sita, total kerugian negara mencapai Rp12,6 miliar. Dari total penindakan yang telah dilakukan, sedikitnya pihaknya telah melakukan penyidikan terhadap 20 pelaku. Dari total penyidikan, 17 di antaranya berkasnya telah P21 atau lengkap dan dilimpahkan ke kejaksaaan.

“Ada sekitar 8 yang telah putus. Umumnya divonis 1 sampai 2 tahun,” ujar Indra saat ditemui di kantornya di Jalan Agil Kusumadya No 936 Jati Kulon, Kudus, Jumat, 30 November 2018.


Indra melanjutkan, penindakan yang dilakukan pada tahun ini berhasil menyita 20,8 juta batang rokok sigaret kretak mesin (SKM). Selain itu, sigaret kretek tangan (SKT) yang juga disita yaitu sebanyak 2 ribu batang. Juga berhasil menyita tembakau iris sebanyak 7 ton.

Indra menyampaikan peredaran rokok ilegal sulit diberantas selama masih ada pemodal yang membiayai proses produksi. Selain itu, distribusi sekaligus pemasarannya bersifat tertutup.

“Misalnya kami tangkap di jalan ada kendaraan yang bawa rokok ilegal, itupun mereka tidak mau memberi informasi dari siapa atau mau dikirim ke mana. Malah ada yang merelakan kendaraannya disita dan tidak diambil,” ungkap Indra.

Indra menambahkan, terakhir pihaknya melakukan penggerebekan rumah kosong di Desa Teluk Wetan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Penggrebekan yang dilakukan pada Selasa, 27 November 2018,  ditemukan SKM ilegal sebanyak 556 ribu batang dengan total nilai barang sebesar Rp397 juta.

“Pada penindakan kali ini kerugian negaranya mencapai Rp 262 juta,” pungkas Indra.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id