Sejumlah wisatawan mengunjungi obyek wisata Pantai Indrayanti, Tepus, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (24/7). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.
Sejumlah wisatawan mengunjungi obyek wisata Pantai Indrayanti, Tepus, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (24/7). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah. (Ahmad Mustaqim)

Pemerintah Diminta Perhatikan Jalur Evakuasi Tsunami Pantai Selatan

tsunami
Ahmad Mustaqim • 28 Desember 2018 19:31
Yogyakarta: Ketua Pusat Studi Manajemen Bencana (UPN) Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurna mengatakan, jalur evakuasi menjadi salah satu sarana penting dalam konteks penanggulangan bencana tsunami di kawasan pesisir pantai. Apabila rusak harus segera diperbaiki.
 
"Perbaikan jalur evakuasi ini penting. (Peristiwa) tsunami tak mikir waktu, libur atau tidak," kata Eko saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 28 Desember 2018. 
 
Eko mengatakan, ada sejumlah jalur evakuasi di pesisir pantai selatan yang perlu perbaikan. Ia menyebutkan, jalur evakuasi di kawasan Pantai Baron Kabupaten Gunungkidul dalam kondisi tak sempurna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bisa dikatakan gak nyaman lokasi evakuasi (andai terjadi tsunami)," jelas Eko. 
 
Selain itu, jalur evakuasi di kawasan wisata Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul juga harus secara rutin dipantau kondisinya. Mengingat, Pantai Parangtritis menjadi salah satu tujuan wisatawan dari berbagai daerah. 
Selain itu ada sejumlah pantai lain yang jadi tujuan wisata di pesisir Kebupaten Bantul, seperti Pantai Parangndog dan Pantai Depok.
 
"Misalnya pantai Parangtritis ada 2 ribu pengunjung. Apakah cukup jalur evakuasi digunakan untuk penanggulangan bencana saat terjadi tsunami. Butuh waktu berapa menit? Karena jarak gempa dengan, andai, terjadi tsunami 10 hingga 20 menit," ungkap Eko.
 
Menurut Eko, uang dari pemungutan retribusi di pintu masuk kawasan pantai bisa digunakan untuk memperbaiki jalur evakuasi. Setidaknya, warga maupun wisatawan bisa di lokasi aman atau dalam posisi lebih tinggi dibanding bibir pantai.
 
"Jangan sampai pajak retribusi diterima, hak hidup wisatawan tak diurus. Retribusi jangan sampai digunakan untuk tidak penyelamatan orang," ungkapnya.
 
Eko memahami uang retribusi memang pendapatan daerah dari pemerintah setempat. Bagi dia, pengalokasian dana dari retribusi untuk kesehatan warga dan wisatawan bisa lebih baik.
 
"(Dana retribusi) ini beda dengan asuransi yang biasanya dibayar saat akan masuk wisata. Asuransi kepentingannya kalau ada hal tak terduga lalu dibayar. Membayar asuransi kan sukarela," beber Eko. 
 
Ia menegaskan, salah satu kewajiban di dalam keuangan retribusi untuk mengelola wisata. Jaminan keamanan saat terjadi potensi bencana tsunami menjadi salah satu aspek dalam pengelolaan wisata. 
 
"Ada kewajiban retribusi itu meliputi pengelolaan kawasan wisata, memperindah, mempercantik sesuai dengan fungsinya, termasuk jalur evakuasi," pungkas Eko.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi