Pelepasliaran 77 ribu anak lobster di Pantai Kukup Gunungkidul. Foto: Dok. Stasiun KIPM Yogyakarta.
Pelepasliaran 77 ribu anak lobster di Pantai Kukup Gunungkidul. Foto: Dok. Stasiun KIPM Yogyakarta. (Ahmad Mustaqim)

Satwa Penyelundupan ke Singapura Dilepaskan di Gunungkidul

penyelundupan hewan
Ahmad Mustaqim • 25 Mei 2019 13:56
Yogyakarta: Sebanyak 77 ribu anak lobster atau baby lobster dilepasliarkan di kawasan pantai Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu dini hari, 25 Mei 2019. Baby lobster itu merupakan hasil penggagalan dari upaya penyelundupan tujuan negara Singapura.
 
Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Yogyakarta, Hafit Rahman mengatakan puluhan ribu anak lobster itu digagalkan Direktorat Polisi Perairan Riau sebelum diselundupkan ke Singapura pada Kamis, 23 Mei 2019. 
 
"Pencegahan dilakukan petugas di daerah perairan Sungai Raja, Dumai, Provinsi Riau. Jumlah baby lobster yang dilepasliarkan sebanyak 77 ribu ekor dengan perkiraan nilai komoditas sebesar Rp11,5 milyar," kata Hafit di Yogyakarta, Sabtu, 25 Mei 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelepasliaran itu dilakukan di perairan Pantai Kukup, Kabupaten Gunungkidul. Lokasi itu dipilih sesuai rekomendasi lembaga konservasi yang menangani perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan sumber daya pesisir, laut berdasarkan peraturan perundang-undangan.
 
Kondisi pantai yang berkarang dengan perairan yang cukup baik, Pantai Kukup juga terdapat Kelompok Masyarakat Pengawas yang berperan aktif dalam kegiatan pengawasan kelestarian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.
 
"Melalui kegiatan pelepasliaran ini diharapkan dapat menjaga kelestarian sumber daya ikan, khususnya lobster dan juga menambah populasi lobster di perairan Gunungkidul," jelas Hafit.
 
Hafit menuturkan, sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran lobster dan rajungan dari kawasan Indonesia diatur, bahwa penangkapan dan atau pengeluaran lobster hanya dapat dilakukan dengan ketentuan lobster tertentu. 
 
Ketentuan penangkapan itu yakni tidak dalam kondisi bertelur dan ukuran panjang karapas di atas 8 (delapan) sentimeter atau berat di atas 200 gram per ekor. Apabila penangkapan dan pengeluaran dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan itu pelaku bisa terancam pidana. 
 
Agenda pelepasliaran tersebut juga diikuti penyidik Bareskrim Polri yang menangani kasus penyelundupan tersebut, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul, Polsek dan kelompok nelayan setempat.
 
Hafit berharap, pihaknya dan masyarakat sebagai salah satu bentuk sosialisasi  Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina (Gemasatukata), yang diinisiasi BKIPM dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, diharapkan dapat membangkitkan serta menggerakan kesadaran masyarakat dalam pengendalian penyakit ikan dan keamanan hayati ikan. 
 
"Kami juga harapkan terjadinya pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan sebagai upaya mewujudkan kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan," pungkas Hafit.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif