SMP Negeri di Solo Diupayakan Memenuhi Kuota

Pythag Kurniati 12 Juli 2018 14:54 WIB
pendidikan
SMP Negeri di Solo Diupayakan Memenuhi Kuota
Pendaftaran PPDB SMP di Solo, Jawa Tengah. Medcom.id/Pythag Kurniati
Solo: Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta tidak mempersoalkan kuota Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Solo belum seluruhnya terpenuhi. Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo menilai, hal paling perhatian prioritas adalah seluruh anak di Kota Solo sudah terdistribusi ke SMP.

Terdapat 12 SMP Negeri di Kota Solo yang kuota siswanya belum terpenuhi. Data tersebut bersumber dari situs resmi ppdb.surakarta.go.id.

Sistem zonasi yang diterapkan diduga turut menjadi salah satu pemicu. Rudy, demikian ia biasa disapa, menjelaskan jumlah rombongan belajar (rombel) atau kuota tidak menjadi persoalan.


"Jadi misalnya awalnya 10 rombel kemudian menjadi hanya 8 rombel. Atau satu rombel tadinya 32 orang sekarang jadi 25 orang itu tidak apa-apa," kata Rudy kepada wartawan, Kamis, 12 Juli 2018.

Bagi Rudy, yang terpenting seluruh siswa di Kota Solo dipastikan sudah mendapatkan sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta Unggul Sudarmono mengemukakan, dinas sempat mendata ada 31 siswa yang belum mendapatkan sekolah. Namun pihaknya memastikan, saat ini seluruhnya telah terdistribusi ke 12 SMP Negeri dengan kuota yang masih sisa.

"31 siswa sudah tersalurkan. Kita lakukan dengan mencarikan sekolah. Jadi prinsipnya tidak ada yang tidak bersekolah," tutur Unggul.

Menurutnya belum terpenuhinya kuota siswa SMP Negeri, bisa disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya, orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta.

 



(SUR)