Warga Miskin di Brebes Berkurang pada 2017
Fatonah, 65, salah satu warga miskin yang tinggal di gubuk tani lahan sawah Brebes, Jawa Tengah, Selasa, 9 Oktober 2018. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi).
Brebes: Badan Pusat Statistik (BPS) Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2016 menempatkan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sebagai daerah termiskin di wilayah Jawa Tengah. Tercatat 347.980 jiwa warga miskin, atau sekitar 19.47 persen.

"Namun berdasarkan data BPS, kemiskinan di Kabupaten Brebes tahun 2017 berkurang. Yakni turun sebesar 343.460 jiwa atau 19,14 persen," kata Kepala Bagian Penanggulangan Kemiskinan Setda Kabupaten Brebes Ratnawati, di kantornya, Jalan Pangeran Diponegoro, Brebes, Jawa Tengah, Selasa, 9 Oktober 2018.

Ratnawati menjelaskan, penurunan angka kemiskinan terjadi karena seluruh komponen masyarakat saling peduli dan bekerja sama untuk menanggulangi angka kemiskinan.


Kabupaten Brebes, berdasarkan strategi dan program percepatan penanggulangan kemiskinan sesuai Perpres RI No.15 tahun 2010, Perpres RI No.166 Tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Brebes telah melakukan beberapa upaya percepatan Penanggulangan Kemiskinan. 

Di antaranya gerakan kembali bersekolah, jamkesda, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, perbaikan jamban sehat, santunan kematian, serta bantuan modal usaha untuk rumah tangga miskin. Semua kegiatan tersebut bermuara pada upaya mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten brebes.

Staf Unit Advokasi Daerah Sekertariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Pusat Neng Siti Saidah mengungkapkan, berdasarkan data BPS penduduk miskin nasional berkurang 5,95 juta jiwa.

Jumlah penururnan warga miskin di Brebes juga berimbas pada pengurangan jumlah warga miskin dalam skala nasional.

"Tingkat kemiskinan dan jumlah penduduk miskin Nasional pada 2017 sebesar 26,58 Juta jiwa atau 10,12 persen sedangkan tahun 2009 mencapai 32,53 juta jiwa atau 14,15 persen. Yang artinya selama 7 tahun penduduk miskin berkurang sebesar 5,95 juta jiwa," kata Neng Siti Saidah

Sementara Bupati Brebes Idza Priyanti mengungkapkan, turunnya angka kemiskinan berkat upaya sekuat tenaga yang dilakukan seluruh jajaran pemkab dengan berbagai program. Selain itu juga karena dukungan berbagai pihak lintas sektoral, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

"Ternyata ada harapan cerah selagi kita tanggap dan berupaya maksimal untuk penanggulangan kemiskinan," ungkap Idza.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id