Target Rumah Subsidi di Jateng Terkendala Harga Tanah

Budi Arista Romadhoni 27 November 2018 13:26 WIB
perumahan
Target Rumah Subsidi di Jateng Terkendala Harga Tanah
Pekerja menyelesaikan rumah subsidi di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Semarang: Penjualan rumah murah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) di Jawa Tengah belum menyentuh target 10 ribu unit rumah. Rumah bersubsidi bagi masyarakat Jawa Tengah jelang akhir 2018 baru mencapai delapan ribu unit.  

Wakil Ketua Bidang Rumah Tapak dan Sederhana DPD REI Jateng, M Fachron mengatakan target sulit terpenuhi karena terganjal ketersediaan lahan.

"Belum terserapnya rumah murah secara maksimal itu ada beberapa faktor yang memengaruhinya. Di antaranya ketersediaan lahan," katanya di Semarang, Selasa, 27  November 2018.


Sebagian besar dari delapan ribu unit rumah murah ada di wilayah Solo Raya. Sedangkan sisanya, terbagi di wilayah Semarang Raya, Pekalongan, Tegal dan Kudus.

"Kalau target dari DPD REI Jawa Tengah untuk tahun ini sekitar 10 ribu unit, dan sudah terealisasi delapan ribu unit rumah. Akhir tahun ini kita kejar terus," ujarnya.  

Permintaan masyarakat akan rumah murah cukup tinggi. Namun, pengembang kesulitan mendapat harga tanah yang sesuai.

"Kenaikan harga tanah sudah sulit direm," bebernya.

Pengembang perumahan bisa saja membangun rumah murah asalkan mendapatkan harga tanah maksimal Rp250 ribu per meter. Sementara harga tanah di Jawa Tengah mulai naik karena banyak investasi infrastruktur yang sudah dibangun.

"Kalau yang di bawah itu sebenarnya ada, tapi tanahnya masih masuk lahan hijau. Kita masih tunggu revisi Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayahnya dulu," terangnya.


 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id