Ulama Suriah Beberkan Horor Perpecahan
Ulama dari Suriah, Syekh Abdus Salam Raje. medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Semarang: Perpecahan sebuah bangsa menjadi masalah besar bagi sebuah negara. Menjelang Pemilihan Umum 2019, saling menyerang, saling fitnah terjadi di media sosial di Indonesia.

Ulama dari Suriah, Syekh Abdus Salam Rajeh menceritakan pengalaman negaranya sampai diserang kelompok teroris yang mengatasnamakan jihad membela Islam.

"Negeri kami seperti negeri kalian, ada Islam, kristen dan agama lain. Negara kami juga memiliki keberagaman seperti di Indonesia. Maka kalau menciptakan kestabilan negara harus dengan pikiran jernih, tidak mengibarkan bendera hitam dan paham khilafah," kata dia saat pada rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Tengah, di Gumaya Tower Hotel, Semarang, Rabu, 21 November 2018.


Ia mengaku miris dengan pecahnya bangsa Suriah karena disusupi banyak pihak yang mempunyai kepentingan besar. Dia menyebut ada kelompok besar yang tidak suka dengan kehadiran Suriah yang berwarna.

"mereka membawa senjata dan menebar fitnah, serta  menyerang orang yang lemah dan miskin,  dengan roket penghancur," terangnya.

Dia juga menyebut kegaduhan terjadi karena adanya faktor kemiskinan. Dia pun mengutuk pembunuhan dengan dalih agama.

"Apapun alasannya, cara-cara membunuh manusia tidak dibenarkan dalam Islam," ucapnya.

Dia meminta masyarakat Indonesia untuk tetap bisa menjaga kerukunan dan menutup ruang teroris atau radikalisme. Islam di Indonesia adalah Islam yang bisa dicontoh karena toleransinya.

"Ulama dan umaroh adalah orang yang bisa mencegah kegaduhan di negeri ini. Di tangan masyarakatlah negeri ini bisa aman," bebernya.

Dia berpesan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, untuk bisa menjaga bangsa ini bisa tetap rukun. Semua orang dewasa harus menanamkan keberagaman ke anak-anak yang hidup di bawah langit Allah SWT.

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id