Ilustrasi. (Foto: MI/Angga Yuniar)
Ilustrasi. (Foto: MI/Angga Yuniar) (Budi Arista Romadhoni)

Program Ala Jateng untuk Cegah Stunting

gizi kurang stunting
Budi Arista Romadhoni • 15 Maret 2018 08:04
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berusaha tekan angka stunting. Salah satunya dengan program "Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng" yang mampu urutan stunting dapat turun dari peringkat 13 menjadi 9 di 34 provinsi di Indonesia.
 
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo disebabkan kurangnya asupan gizi yang diterima janin atau bayi.
 
"Pada intinya stunting di seluruh negara itu ada.  Kita punya program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Ini bisa menekan stunting di Jateng. Tahun ini sudah turun 1 persen," katanya di Semarang, Rabu 14 Maret 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng berusaha memastikan pemenuhan gizi pada anak, dengan memperhatikan kecukupan gizi selama kehamilan, memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan, serta memberikan makanan pendamping menambah gizi anak.
 
Beberapa kabupaten dan kota sudah memberlakukan kewajiban ibu memberikan Air Susu Ibu (ASI)
 
"Banyak ibu-ibu muda yang meninggalkan anaknya dengan pembantu atau saudaranya dan dikasih susu formula. Kita wajibkan tempat bekerja atau pabrik, ada ruang menyusui. Untuk menjaga gizi anak anak kita," jelasnya.
 
Problem stunting di Jawa Tengah bukan serta merta dipengaruhi gizi buruk akibat kemiskinan. Tapi dipengaruhi sosial, budaya dan ekonomi.
 
"Banyak problem yang memengaruhi. Masalah Stunting karena kesehatan atau penyakit kronis hanya 30% saja," tegasnya.
 

 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif