Kompleks makam mantingan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, ditumbuhi buah mengkudu. Medcom.id/Rhobi Shani
Kompleks makam mantingan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, ditumbuhi buah mengkudu. Medcom.id/Rhobi Shani (Rhobi Shani)

Tuah Air Sumur dan Mengkudu Masjid Mantingan

budaya
Rhobi Shani • 09 Mei 2019 12:55
Jepara: Masjid Mantingan peninggalan Ratu Kalinyamat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berdiri kokoh selama ratusan tahun. Keberadaannya bukan saja sebagai pusat kegiatan religi, tapi juga sarat nilai historis dan cerita tentang tuah yang dipercaya warga Bumi Kartini.
 
Kronogram yang dipahat pada sebuah batu, tersemat tulisan Rupa Brahmana Warna Sari yang diartikan sebagai tahun 1481 Saka atau 1559 Masehi. Juru kunci Masjid Mantingan Ali Syafii menuturkan, sebelum bangunan tersebut berdiri telah ada sebuah sumur tua yang digunakan sebagai sumber pengairan selama proses pembangunan.
 
“Sumur berada di dalam masjid, pembuatannya diperkirakan mendahului bangunan utama. Karena air dibutuhkan untuk pekerja maupun kebutuhan pembuatan masjid,” ujar Ali, Kamis, 9 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga kini sumber dari sumur tersebut tidak pernah kering untuk menyuplai kebutuhan jemaah dan pengunjung. Baik itu kebutuhan untuk wudu atau minum.
 
Konon air sumur yang berasal dari masjid bisa mendamaikan orang dan mengobati penyakit. Caranya, orang yang bertengkar cukup diberikan minum atau makanan yang menggunakan air tersebut.
 
Selain air sumur, buah mengkudu yang banyak dijumpai di kompleks makam dan masjid mantingan juga diyakini memiliki tuah menyuburkan kandungan. Pasangan suami istri yang tidak kunjung memiliki anak disarankan memakan buah mengkudu dari kompleks masjid.
 
Alkisah, dulu ada orang yang belajar ke Kyai Noor Ahmad Purwogondo. Si murid berkeluh tentang dirinya yang tak kunjung memiliki anak dan kemudiian disarankan meminta buah pace (mengkudu) yang ada di kompleks Masjid Mantingan.
 
"Tak berapa lama setelah mengonsumsinya, si murid mendapat kabar gembira, istrinya hamil. Namun adapula yang setelah memakan pace tak kunjung hamil, juga ada. Kembali pada kepercayaan orangnya,” kata Ali.
 
Masjid Mantingan kian semarak dengan kegiatan religi di bulan Ramadan. Seperti kegiatan membaca Al-Quran yang dilakukan pada subuh, dan menjelang Maghrib. Saat malam lailatul qadar, jemaah seantero Jepara datang untuk bertafakur.
 
“Bahkan beberapa di antaranya memilih tempat di Masjid Mantingan yang dianggap mustajab. Ada beberapa tempat, tapi itu rahasia. Kalau sering datang ke masjid ini akan tahu sendiri,” ungkap Ali dengan senyum penuh makna.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif