Embarkasi Haji Yogyakarta Akan Dibangun di Bantul
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama, Nizar Al(kedua dari kanan) di DPRD DIY, Selasa, 6 November 2018. Medcom.id/ Patricia Vicka.
Yogyakarta: Kementerian Agama berencana membangun embarkasi haji di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Lokasi embarkasi direncanakan berada di Dusun Krawu, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul.

Pemda DIY sedang menyiapkan tanah seluas 10 hektar di wilayah tersebut. Tanah yang akan dipakai milik Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berstatus sultan ground. Tanah tersebut akan dihibahkan kepada Kementerian Agama seumur hidup usai mendapatkan restu dari Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Bantul dipilih supaya pertumbuhan ekonomi juga bisa merata di Bantul dan Kulonprogo," kata Ketua Komisi D DPRD DIY Koewanto saat rapat Embarkasi Haji bersama perwakilan Kemenag, Pemda DIY di DPRD DIY, Selasa, 6 November 2018.


Koewanto  menjelaskan lokasi embarkasi hanya 15 menit dari bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Pembangunan embarkasi diperlukan untuk mempermudah dan mendekatkan masyarakat Yogyakarta menuju tanah suci. Sekaligus mendukung kehadiran Bandara International baru di Kulonprogo.

Direktur Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama, Nizar Ali menjelaskan, design bangunan dan proses pembangunan embarkasi haji sepenuhnya akan dilakukan oleh Kementerian Agama.

Di dalam embarkasi terdiri dari aula, asrama, gudang koper haji, ruang makan dan dapur umum, areal manasik haji, areal parkir kendaraan, laundry dan ruang pelayanan.

Bangunan asrama dan aula calon haji direncanakan bisa menampung sekitar 3000 orang. "Kamar para jamaah dibuat setara hotel bintang tiga. Dari mulai bentuk kamar, lift, sarana dan prasarana. PIntunya juga pakai kartu dan sudah ber AC," ungkap Nizar.
 
Dirinya sudah menginstruksikan Kepala Kantor Wilayah DIY Kemenag untuk membuat rancangan design bangunan. Usai Embarkasi Yogyakarta dibangun, Kemenag akan membagi wilayah pemberangkatan haji. 
Embarkasi Haji Yogyakarta akan menjadi tempat pemberangkatan bagi calon haji di wialyah Jawa tengah bagian selatan seperti Magelang, Purwerejo, Wonosobo dan Kebumen.

"Kalau Embarkasi Boyolali untuk calhaj Jawa Tengah utara seperti dari Semarang, Salatiga, Klaten dan Kudus," jelas Nizar.

Nizar berharap Pemda DIY bisa segera mendapatkan izin dari Sri Sultan terkait penghibahan tanah. 

Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi mengatakan akan segera meyakinkan raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk segera memberi izin lokasi embarkasi. JIka persoalan tanah rampung, pembangunan embarkasih bisa dilakukan tahun depan. 
"Kalau tahun 2019 dibangun, diprediksi selesai 3 tahun lagi," ungkap Gatot.




(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id