Yogyakarta Diusahakan Bebas Kegiatan Eksploitasi Satwa
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi (kiri), Medcom.id - Mustaqim
Yogyakarta: Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan akan berusaha menjadikan wilayahnya bebas dari kegiatan eksploitasi satwa. Heroe menyampaikan itu menanggapi pertunjukan lumba-lumba dalam sirkus yang berlangsung di Pasar Malam Peringatan Sekaten (PMPS) 2018.

Pertunjukan itu mendapat protes. Namun panitia tetap menggelar pertunjukan lumba-lumba.

"Insyaallah tahun depan tak ada lagi eksploitasi binatang di Yogyakarta," kata Heroe di Balai Kota Yogyakarta, Jumat, 2 November 2018. 


Ia mengatakan aturan yang jelas dari kementerian kelautan dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Menurut dia, keberatan adanya sirkus lumba-lumba di PMPS 2018 menjadi masukan bagi pemerintah. 

Sejumlah masukan itu di antaranya dalam hal penjelasan tentang kehidupan hingga populasi satwa. "Yogyakarta semoga ke depan betul-betul bisa menghilangkan kegiatan eksploitasi hewan. Kami harapkan nanti pernyataan Jogja sebagai bebas eksploitasi (satwa) bisa tercapai," ujarnya. 

Pegiat Animal Friends Jogja (AFJ), Dessy Zahara Angelina Pane mengatakan Indonesia menjadi negara terakhir yang masih mengizinkan eksploitasi satwa berupa pentas keliling sirkus lumba-lumba. Meskipun, lanjutnya, ada salah satu pemerintah daerah di Indonesia, yakni Walikota Balikpapan, yang mengeluarkan aturan penghentian pertunjukan satwa. 

Ia menilai, keputusan Balai Konservasi Sumber Daya Alam DIY membolehkan izin sirkus satwa tak ubahkan membiarkan penyiksaan satwa. Ia menganggap, keputusan itu seperti menunjukkan kinerja balai sangat jauh dari tugasnya sebagai lembaga konservasi. 

"Bagiamana caranya Yogyakarta ke depan, semoga bisa jadi kota prokonservasi dan tidak pro dengan eksploitasi," ujarnya. 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id