Komisioner KPU Kulon Progo, Hidayatut Thayibah mengatakan, menetapkan target partisipasi pemilu ini berdasarkan pada pelaksanaan pemilu sebelumnya. Ia mengatakan, tingkat partisipasi pemilu di Kulon Progo pada 2009 hanya 73,17 persen.
Jumlah ini meningkat menjadi 80,50 persen pada pemilu 2014. Dengan catatan itu, target 85 persen dinilai cukup beralasan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Kami mendorong sebesar besarnya sosialisasi dan pendidikan pemilih agar target itu bisa terpenuhi," kata Hidayatut saat dihubungi Medcom.id pada Jumat, 1 Maret 2019.
Ia mengatakan, sosialisasi kepada pemilih dilakukan ke sejumlah kecamatan yang tingkat partisipasi cukup rendah sebelumnya. Ia menyebut, sejumlah kecamatan itu seperti Kokap, Panjatan, dan Temon.
Menurut dia, selama ini salah satu penyebab partisipasi rendah yakni rendahnya pemahaman tentang mengurus pindah memilih, atau mengurus dokumen A5. "Isu pindah memilih kamu perkuat untuk wilayah tersebut," ujar Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Politik Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kulon Progo ini.
Ada sebanyak 55 orang sebagai relawan demokrasi yang membantu KPU Kulon Progo dalam bersosialisasi. Relawan tersebut bertugas menyosialisasikan Pemilu 2019 di 12 kecamatan dengan ketentuan 11 basis masyarakat. Sejumlah basis yang dimaksud yakni keluarga, perempuan, disabilitas, pemilih pemula, kelompok agama, kaum marginal, berkebutuhan khusus, serta komunitas atau hobi.
"Masing-masing basis ada 5 orang orang relawan. Mereka melakukan ajakan memilih, menolak hoaks, dan politik uang," kata dia.
Ia menambahkan, sosialisasi dalam hal pemungutan suara baru sekitar 20 persen. Namun, sosialisasi soal ketentuan dan syarat memilih sudah sekitar 50 persen.
Ia meyakini upaya sosialisasi ini akan bisa maksimal hingga jelang pelaksanaan Pemilu 2019. KPU, Kat dia, memastikan warga Kulon Progo bisa mengetahui dirinya terdaftar sebagai calon pemilih dan layanan pindah memilih.
"Kami optimis karena strageti sudah clear antara relawan demokrasi, PPS PPK, dan KPU," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(DEN)
