Ilustrasi, Festival Balon Ponorogo, Jawa Timur. Foto: Antara/Siswowidodo.
Ilustrasi, Festival Balon Ponorogo, Jawa Timur. Foto: Antara/Siswowidodo. (Ahmad Mustaqim)

11 Balon Udara Liar Bahayakan Penerbangan di Yogyakarta

penerbangan airnav
Ahmad Mustaqim • 09 Juni 2019 00:13
Sleman: Otoritas pengatur aktivitas penerbangan atau Air Navigation (AirNav) Cabang Yogyakarta mendapat laporan 11 balon udara yang membahayakan aktivitas penerbangan. Belasan balon udara liar itu masuk jalur penerbangan pada Selasa hingga Jumat, 4-7 Juni 2019. 
 
General Manager (GM) AirNav Cabang Yogyakarta, Nono Sunaryadi mengatakan 11 balon udara liar itu diketahui berdasarkan laporan pilot. Rata-rata ketinggian balon udara liar tersebut sekitar sembilan hingga 10 kilometer atau 27 ribu-30 ribu feet
 
"Sementara, jalur (penerbangan) pesawat pada ketinggian 40 ribu hingga 30 ribu feet. Balon udara liar itu memotong jalur pesawat," kata Nono saat dihubungi pada Sabtu, 8 Juni 2019. 
 
Nono mengungkapkan, pihak AirNav terus meningkatkan kewaspadaan lewat pengawasan Air Traffic Controller (ATC) terhadap pergerakan atau peluncuran balon udara liar. Hasil pengawasan kemudian diinformasikan kepada pilot yang sedang menerbangkan pesawat. Selain itu, pilot juga ikut memberikan laporan jika mengetahui keberadaan balon udara liar. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Laporan pilot kami rekap, kemudian para controller memberi info ke pilot pesawat yang lain," ujarnya. 
 
Ia menyebut, temuan atau laporan balon udara liar pada 2019 memang lebih rendah dibanding 2018. Adapun pada 2018 laporan keberadaan balon udara sebanyak 26. Bahkan, saat itu balon udara terdapat gas elpiji tiga kilogram. 
 
Bersama otoritas penerbangan, ia melanjutkan, terus berupaya menekan aktivitas penerbangan balon udara secara liar. Langkah yang dilakukan seperti sosialisasi kepada masyarakat, tokoh masyarakat, hingga pemerintah dan aparat. "Wilayah yang punya tradisi menerbangkan balon udara ini ada di Kabupaten Wonosobo (Jawa Tengah)," ujarnya. 
 
Selain itu, AirNav juga mengeluarkan notice to airman (Notam) ditujukan ke personel operasi penerbangan. Notam itu bertujuan agar adanya kehati-hatian atas keberadaan balon udara liar. 
 
Nono mengaku telah merencanakan agenda festival balon udara di Wonosobo bulan ini. Selain sebagai edukasi agar menerbangkan balon udara tidak liar, sekaligus menjadi peningkatan potensi wisata dan perekonomian. 
 
Ia menyebut, balon udara boleh diterbangkan dengan ketentuan harus diikat atau ditambatkan. Ketentuannya, diameter belom udara dengan lebar empat meter dan tinggi tujuh meter. Ketinggian penerbangan balon udara maksimal 150 meter. 
 
Penerbangan balon udara juga diatur lewat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018. Selain itu, aturan pidana gangguan penerbangan diatur di dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tenteng Penerbangan. 
 
Di dalam aturan itu, gangguan aktivitas penerbangan bisa dijerat pidana dua tahun dengan denda hingga Rp500 juta. "Sampai kini belum ada yang (diproses) ke ranah pidana," kata dia.

 

(BOW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif