Ganjar Pranowo. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Ganjar Pranowo. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni (Mustholih)

Ganjar Persiapkan Diri Jelang Pelantikan Besok

pilkada serentak pilkada 2018 pilgub jateng 2018
Mustholih • 04 September 2018 18:49
Semarang: Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Ganjar Pranowo mengaku siap dilantik sebagai Gubernur Jawa Tengah di Istana Negara pada Rabu, 5 September 2018. Ganjar sudah menyiapkan semua keperluan, termasuk baju seragam yang baru.
 
"Seragam yang kemarin kegedean. (Sekarang) tambah kurus. Aneh memang," kata Ganjar sambil tertawa di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 4 September 2018.
 
Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih, Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen, awalnya akan dilantik pada 17 September 2018. Namun, Kementerian Dalam Negeri mempercepat jadwal pelantikan mereka menjadi Rabu, 5 September 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganjar menyebut langkah Kemendagri yang memajukan jadwal pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng tidak patut dipersoalkan.
 
"Mau hari ini mau besok bobotnya buat saya sama saja. Kalau kita sih siap-siap saja," tegas Ganjar.
 
Fokus pendidikan dan kesehatan
 
Pada periode kedua memimpin Jawa Tengah, Ganjar akan menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai faktor inti dalam penyusunan program kerja. Program kerja yang diprioritaskan berfokus pada sektor kesehatan dan pendidikan masyarakat Jawa Tengah.
 
"Dua sektor itu hasil saringan setelah menerima pemikiran dari sejumlah pakar. Maka hal ini yang kita coba sampaikan, dan saya mendorong untuk pendidikan yang utama, jadi pembangunan SDM. Maka politik anggaran kita naikkan," ungkap Ganjar.
 
Menurut Ganjar, di sektor pendidikan, bantuan untuk lembaga-lembaga pendidikan telah disiapkan. Seluruh janji politiknya akan direalisasikan segera.
 
"Termasuk mereka yang berada di pondok pesantren dan sebagainya," katanya.
 
Baca: Alasan Pelantikan 8 Gubernur Dipercepat
 
Namun, Ganjar menekankan bantuan pendidikan tidak melulu untuk pembangunan fasilitas sekolah. Bantuan itu juga meliputi pembangunan pribadi masyarakat Jawa Tengah.
 
"Moral, etik, karakter yang coba kita bangun sebagai anak bangsa. Sehingga kita harapkan orang Jawa Tengah tidak gampang musuhan. Pinternya itu secara emosional juga secara moral. Ini yang kita dorong," katanya.
 
Ganjar menyebut Pemerintah Provinsi Jateng tetap berupaya menurunkan angka kemiskinan. Kemiskinan masih menjadi problem Jawa Tengah.
 
"Sebenarnya dengan Gus Yasin kita sudah diskusi panjang. Problem Jawa Tengah masih kemiskinan," urai Ganjar.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif