Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id. (Rhobi Shani)

Terduga Teroris Warga Kudus Penjual Ikan Cupang

terorisme teror
Rhobi Shani • 15 Mei 2019 14:40
Kudus: Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap delapan orang terduga teroris di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Satu di antara yang ditangkap yaitu warga Kabupaten Kudus. Yaitu UA asal Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
 
Adik kandung UA, AF menceritakan detik-detik saat sang kakak ditangkap pada, Selasa 14 Mei 2019. Saat itu, UA sedang sibuk di teras rumah dengan ikan cupang. Sejak sembilan bulan terakhir UA berprofesi sebagai penjual ikan cupang. Sebelumnya, jualan pakaian di Semarang.
 
“Ada enam orang pakai masker semua. Mereka menanyakan kakak dan langsung kakak dipegang dan dibawa ke mobil. Bahkan mau pamit kepada ibu tidak sempat,” kata AF, Rabu, 15 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 8 Terduga Teroris Ditangkap di Jawa Tengah
 
Setelah tragedi penangkapan itu, pada malam hari datang dua orang ke rumah. Keduanya mengaku dari Polda Jateng. Mereka menunjukkan surat penangkapan kepada pihak keluarga. Saat itu juga, mereka membawa telepon seluler milik UA Samsung J2.
 
“Saat itu (ada dua petugas Polda Jateng), (kakak) sempat tersambung telepon dan berkabar ke rumah. Dia (UA) pesan kepada Ibu, kalau di sana dia baik-baik saja, gak usah khawatir. Juga  pesan agar HP-nya Samsung J2 dibawa ke sana lewat petugas Polda,” ujar AF.
 
AF tidak tahu keterikatan sang kakak dengan jaringan terduga teroris. Dikatakan AF, di dalam surat keterangan penangkapan, kakaknya ditangkap lantaran pernah ke Grobogan untuk mengikuti latihan fisik.
 
“Pas di Grobogan katanya ada latihan fisik gitu lah yang lagi ramai sekarang. Dia  pernah ke sana pakai Jupiter MX, lha terus ketika pulangnya ternyata diikuti orang dari sananya,” tutur AF.
 
Sejauh ini keluarga tidak pernah tahu apa yang dilakukan UA. Yang diketahui, dia hanya pemuda yang sehari-hari berjualan ikan cupang.
 
UA sempat menempuh pendidikan di Pesantren Al Muttaqin Sowan Kidul Kabupaten Jepara. Selanjutnya, dia menempuh kuliah di Yogyakarta.
 
“Saya kok lupa namanya (nama kampus,red). Kuliahnya sama tugas ngajarnya 3 tahun. Setelah kuliah terus ditugasin ngajar di Riau,” ungkap AF.
 
Kasi Pemerintahan Desa Prambatan Lor, Lubis Hidayat mengatakan, pihaknya tahu setelah terdapat anggota Polres Kudus yang datang menginformasikan jika terdapat warganya yang ditangkap.
 
“Dapat informasi dari pak Bhabinkamtibmas kalau ada anggota Polres mau ke sini menginformasikan warga Prambatan Lor ada yang diamankan. Untuk lokasi pengamanan tidak tahu,” kata Lubis.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif