Suasana sidang terdakwa kasus suap Rp4,8 miliar di Pengadilan Tipikor, Semarang, Rabu 27 Maret 2019. Medcom.id/ Budi Arista Romadhoni.
Suasana sidang terdakwa kasus suap Rp4,8 miliar di Pengadilan Tipikor, Semarang, Rabu 27 Maret 2019. Medcom.id/ Budi Arista Romadhoni. (Budi Arista Romadhoni)

Yahya Fuad Mengaku Suap Taufik untuk Bangun Jalan Kebumen

kasus korupsi kasus suap di kebumen
Budi Arista Romadhoni • 27 Maret 2019 17:38
Semarang: Mantan Bupati Kebumen, Yahya Fuad tidak menampik pernah melakukan lobi-lobi untuk mendapatkan tambahan dana alokasi khusus (DAK) pada APBN tahun anggaran 2016 bersama Taufik Kurniawan. Yahya menyebut, semua bermula dari kebutuhan daerahnya untuk membenahi 'jeglongan sewu' atau jalan rusak.
 
"Kebetulan setelah dilantik, kondisi jalan banyak berlubang. Sampai di medsos itu ditulis, bupati baru, tempat wisata baru, disebut 'jeglongan sewu'. Karena pas saya dilantik, APBD 2016 itu sudah ditetapkan di Desember," kata Yahya kepada Jaksa KPK di Pengadilan Tipikor, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 27 Maret 2019. 
 
Yahya mengungkapkan, dana yang diberikan ke Kabupaten Kebumen, paling banyak dianggarkan untuk solusi pertanian, berupa traktor atau pupuk. Maka dari itu, Yahya berinisiatif mencarikan dana tambahan guna menangani jalan rusak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yahya menceritakan, saat itu ada kunjungan kerja sejumlah anggota DPR RI ke Kebumen. Ia pun berupaya mengkomunikasikan soal dana perbaikan jeglongan sewu tersebut. Satu di antara para anggota legislatif yang menyanggupi permintaannya adalah Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.
 
"Saat itu hanya Pak Taufik yang memberikan solusi dana. Jadi waktu itu ada DAK perubahan 2016. Kami ketemu pak Taufik karena beliau dari dapil Kebumen. Dia mau mengupayakan dana," ungkap Yahya.
 
Lebih lanjut, tawaran itu lantas ditindaklanjuti dengan sebuah pertemuan di kantor Taufik. Sewaktu itu, Taufik menyatakan mau mengupayakan tambahan Rp100 miliar untuk DAK. 
 
"Tapi beliau bilang kawan-kawannya minta ada kompensasi lima persen. Saya enggak tahu siapa mereka. Saat itu saya belum sanggupi, koordinasi dulu dengan kawan-kawan, para pemborong, pengusaha," tambah Yahya.
 
Beberapa rekan pengusaha yang dimaksud Yahya adalah Hojin Ansori, bekas anggota tim pemenangan Yahya Fuad di Pilbup Kebumen 2015, Khayub M. Lutfi dan rival yahya di Pilbup Kebumen 2015.
 
"Di Pendopo Kebumen, kami bertemu dan bilang ada dana 100 miliar, tapi nggak gratis. Pak Hojin bilang, ambil. Tapi waktu itu saya bilang 7 persen komitmen fee karena yang 2 persen untuk bilung, pembinaan lingkungan biar kondusif. Kami panggil juga pak Khayub untuk bicara hal yang sama," terang Yahya.
 
Kemudian, ada persetujuan bahwa uang komitmen fee diserahkan melalui tiga tahap. Tahap pertama yang akhirnya diserahakan oleh Hojin sendiri sebesar Rp1,6 miliar. Tahap kedua, uang Khayub senilai Rp2 miliar diserahkan melalui Adi Pandoyo. Diberikan dalam rentan waktu antara bulan Juli sampai Agustus 2016.
 
Tahap ke-3 belum sempat disampaikan. Lantaran, Yahya sendiri keburu kena OTT perkara suap terkait sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Semua hampir sesuai dengan dakwaan yang dibacakan seminggu lalu.
 
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan diseret ke meja hijau karena dugaan kasus suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Kebumen. Pada saat sidang dakwaan Rabu 20 Maret 2019 kemarin, terungkap juga, jika Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu terlibat dalam pengaturan DAK Kabupaten Purbalingga.
 
Dalam dakwaannya, taufik disebutkan menerima Rp 3,6 miliar dari Yahya Fuad. Sementara dari Bupati Purbalingga Tasdi, mendapatkan Rp1,2 miliar.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif