Menlu Minta Santri Terbaik Ikut Pertukaran ke Filipina
Menlu Retno Marsudi (kedua dari kanan) saat berfoto bersama santri Ponpes Al-Muayyad Solo, Jumat sore, 12 Januari 2018. Foto: Medcom.id/Phytag Kurniati
Solo: Indonesia dan Filipina baru saja meneken perjanjian kerja sama bidang pendidikan. Salah satu yang menjadi poin kesepakatan yaitu pertukaran pelajar yang dilakukan Kementerian Luar Negeri pada awal Januari 2018.

"Awal tahun ini (2018) pada hari keempat, Kementerian Luar Negeri telah melakukan kerja sama dengan Filipina Selatan," ungkap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Pondok Pesantren Al-Muayyad di Mangkuyudan, Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat, 12 Januari 2018, petang.

Menindaklanjuti kerja sama ini, Retno meminta santri terbaik dari Indonesia bersiap-siap mengikuti program pertukaran dengan Filipina Selatan ini. Sebab kerja sama pendidikan dijalin dengan sekolah-sekolah Islam yang ada di Filipina Selatan.


Bentuk kerja sama antara lain meliputi pertukaran modul, kurikulum, guru, pengelola sekolah dan santri. Selain menimba pengalaman, para santri diminta menjadi ujung tombak mengenalkan Islam di Indonesia ke mata dunia.

"Para santri berkunjung ke luar negeri (Filipina Selatan) untuk bercerita mengenai Indonesia, teman-teman, pelajaran Islam yang dipelajari. Ke depan akan ada program-program seperti itu," urai Retno di hadapan ratusan santri Ponpes Al-Muayyad.

Para santri, lanjutnya, memiliki peran meluruskan pandangan-pandangan yang salah mengenai Islam. "Meneguhkan bahwa Indonesia sebagai penduduk muslim terbesar di dunia, kita mensyiarkan Islam yang damai," beber Retno.


Menlu Retno Marsudi mengunjungi Ponpes Al-Muayyad Solo, Jumat sore, 12 Januari 2018. Foto: Medcom.id/Phytag Kurniati

Pantauan Medcom.id, Menlu Retno Marsudi tiba di Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo pada sore hari. Dia terlihat mengenakan busana hitam dan dilengkapi hijab.

Retno Marsudi terlebih dahulu bertemu dengan para pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad. Salah satunya KH. Abdurrozaq Shafawi. Retno juga menyempatkan berdiskusi dengan para santri mengenai perkembangan politik luar negeri Indonesia.

"Selama ini mereka melihat politik luar negeri mungkin hanya dari berita. Hari ini kita jelaskan kebijakan kita terhadap negara-negara seperti Palestina dan Afghanistan," pungkas Retno.



 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id