Akses jalan putus akibat longsor yang menyebabkan 45 warga terisolasi, Kamis, 7 Maret 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)
Akses jalan putus akibat longsor yang menyebabkan 45 warga terisolasi, Kamis, 7 Maret 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim) (Ahmad Mustaqim)

Akses Warga Gunungkidul yang Terisolasi Segera Dibuat

bencana longsor bencana banjir
Ahmad Mustaqim • 08 Maret 2019 17:04
Gunungkidul: Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Gunungkidul masih mengupayakan akses jalan bagi warga Dusun Baturturu, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari yang terisolasi akibat longsor. Ada 45 warga di dusun tersebut yang terisolasi akibat longsor usai hujan berjam-jam pada Rabu, 7 Maret 2019. Peristiwa banjir yang mengakibatkan longsor ini dampak meluapnya sungai Oya di wilayah tersebut.
 
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edi Basuki mengatakan, jalan yang terputus di wilayah itu belum memungkinkan dilalui. Material longsor juga masih dilakukan pembersihan sejak kemarin dan hari ini.
 
"Belum tahu selesai atau belum (pembersihan material longsor). Kami baru kirim logistik untuk kerja bakti. Mungkin besok bisa lewat. Untuk jalan dan motor mungkin sudah bisa," kata Edi saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 8 Maret 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 45 Warga Gunungkidul Terisolasi Akibat Longsor
 
Edi menjelaskan, petugas juga masih melakukan pembersihan material yang ada di sejumlah titik. Sebagian besar berada di kawasan Kecamatan Gedangsari.
 
Selain itu, ada pula pembersihan di lahan pertanian yang terdapat tanaman padi terdampak banjir. Tanaman padi segera dibersihkan untuk menghindari kerugian yang lebih besar. "Kalau (sungai) meluap lagi rusaknya bisa parah," jelas Edi.
 
Edi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pengiriman alat berat untuk mengevakuasi material. Namun, pihaknya masih mendata titik mana saja yang memerlukan bantuan alat berat itu. 
 
Mengingat, ada sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor yang akses jalannya cukup sulit. Sementara, ada jalan yang longsor dengan kedalaman sekitar enam meter. 
 
"Artinya akan kami cek dulu. Di mana saja yang perlu alat berat dan akan dipakai berapa lama. Mungkin satu minggu (proses pembersihan material) selesai," ungkap Edi.
 
Edi menambahkan, banjir juga sempat membuat warga mengungsi. Total, ia memperkirakan ada sekitar 125 warga yang mengungsi dan kini sudah kembali ke rumah masing-masing. 
 
"Setelah air sungai surut sudah kembali ke rumah. Bekas-bekas ketinggian air kelihatan di rumah," katanya. 
 
Edi belum bisa menaksir jumlah kerugian akibat bencana alam itu. Ia hanya mengatakan lembaganya akan memberikan bantuan sejumlah material bagi rumah warga yang rusak. 
 
"Detil data belum diketahui. Stimulan nanti berup bahan bangunan. Genting atau apa lihat kerusakannya. Kerusakan berat seperti apa," pungkas Edi.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif