Kementerian Perhubungan saat memantau Terminal Giwangan. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Kementerian Perhubungan saat memantau Terminal Giwangan. Medcom.id/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

40 Terminal Akan Diperbaiki Setara Bandara

angkutan umum
Ahmad Mustaqim • 17 Juni 2019 11:31
Yogyakarta: Kementerian Perhubungan akan memperbaiki terminal-terminal seperti bandar udara untuk melayani penumpang. Rencana meperbaiki terminal tipe A di sejumlah kota itu akan dimulai 2020.
 
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan setidaknya akan ada 40 terminal yang diperbaiki. Pihaknya sudah menyiapkan pembiayaan untuk perbaiki sarana transportasi darat itu.
 
"Terminal (dibuat) sama dengan bandara. Sudah siapkan cukup besar Rp2 triliun. Per terminal kisaran Rp40-50 miliar," kata Menteri Budi di Yogyakarta pada Minggu, 16 Juni 2019.
 
Ia meminta bantuan kepala daerah mendukung perbaikan terminal. Menurut dia, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan serupa sebagaimana di tempat lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami ingin support dari Yogjakarta angkutan umum berbasis massal. Kita punya program, lima kota besar bukan beli bus tapi beri layanan," ujarnya.
 
Rencana perbaikan terminal ini sebagaimana dilakukan dalam perbaikan infrastruktur jalan. Fasilitas umum yang belum baik harus segera dibenahi.
 
"Perbaikan angkutan umum mulai dari sisi simpul sarana prasarana, yaitu dari terminal dan bandara," ungkapnya.
 
Ia menyebut ada 128 terminal tips A, beberapa di antaranya tersebar di kota besar seperti Bandung, Medan, hingga Semarang. Terminal tersebut akan diperbaiki kualitas pelayanannya.
 
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menambahkan, angkutan massal selama ini belum optimal. Terminal Giwangan salah satu fasilitas angkutan darat yang harus direvitalisasi agar warga kembali menggunakan bus.
 
"Kami akan bangun beberapa fungsi. Secara umum kita ingin tingkat layanan meningkat. SDM perlu persiapkan, kita tatar. Kita taruh orang terbaik dari Yogyarta," kata dia.
 
Pemerintah mensubsidi tarif bus meskipun pengadaan bus dilakukan pihak swasta. "Kita ingin angkutan individu ditinggalkan. Kita suda berikan pembelajaran di lima kota. Nanti mudik mereka juga demikian," pungkasnya.
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif