Sekda Pemerintah DIY, Gatot Saptadi. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Sekda Pemerintah DIY, Gatot Saptadi. Medcom.id-Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Malioboro Bakal Bebas Kendaraan

belanja kesenian pemerintah daerah wisata budaya
Ahmad Mustaqim • 10 Juni 2019 16:12
Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan kawasan wisata Malioboro menjadi ikon wisata belanja dan kesenian. Rencana ini akan menjadi pendukung area tersebut yang akan bebas kendaraan bermotor. 
 
Rencana Malioboro bebas kendaraan bermotor akan diujicobakan pada 18 dan 19 Juni 2019. Moda transportasi yang diizinkan melintas hanya andong, sepeda, becak, dan kendaraan umum Trans Jogja. 
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah DIY Gatot Saptadi mengatakan Malioboro yang akan menjadi wilayah semi pedestarian akan menonjolkan ikon sebagai sentra destinasi wisata belanja dan kesenian di Kota Yogyakarta. "Jadi (wisata belanja dan kesenian) konsentrasi full di situ," kata Gatot di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Senin, 10 Juni 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebijakan Malioboro bebas kendaraan bermotor ini, kata Gatot, akan dilakukan bertahap. Tahapan uji coba nanti akan menjadi bahan pembenahan. 
 
Salah satu hal yang akan jadi fokus pembenahan yakni mengenai pengalihan arus ke daratan. Praktis, kondisi ini akan menimbulkan dampak untuk ruas jalan di sekitar wilayah Malioboro. 
 
"Kalau tidak kita uji cobakan kita tak tahun problemnya, termasuk dampak gangguan di daerah lain," ujarnya. 
 
Gatot juga mengatakan, kawasan pertokoan dan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro diperkirakan ikut terimbas kebijakan itu. Salah satu agenda yang disiapkan yakni memastikan ketersediaan lahan parkir. 
 
Menurut dia, bebasnya Malioboro dari kendaraan bermotor tak akan berdampak signifikan pada perekonomian. "Dengan Malioboro bebas kendaraan bermotor (wisatawan) akan bisa berlama-lama belanja," katanya. 
 
Ia menyebut, PKL nantinya digagas tak lagi berada di emperan toko. Menurut dia, PKL akan ditata menghadap ke toko di sepanjang Jalan Malioboro. 
 
"Kita akan lihat mana yang bisa optimal. Kalau sebelum kita lakukan sudah diprotes nanti malah tidak jalan," ujarnya. 

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif