Gus Yasin Ajak Pemuda Singkirkan Radikalisme
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, Medcom.id
Semarang: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta generasi muda Jateng jangan sekali-kali berdekatan dengan pemikiran radikalisme dan terorisme. Kedua pemikiran tersebut dinilai Gus Yasin, begitu ia akrab disapa, merupakan ancaman serius bagi kesatuan dan persatuan bangsa.

"Ayo kita singkirkan pikiran-pikiran radikalisme dan terorisme. Negara kita mau di-frame muncul radikalisme, muncul terorisme," kata Gus Yasin saat melantik Pengurus KNPI Jawa Tengah masa bakti 2018-2021 di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 30 November 2018.

Menurut Gus Yasin, Indonesia jangan sampai dikesankan sudah menjadi lahan subur bagi terorisme dan radikalisme. Syuriah akhirnya hancur karena radikalisme dan terorisme yang sudah di-frame ke negara itu.


Gus Yasin mengaku pernah mengenyam pendidikan di Syuriah sebelum dihancurkan oleh ISIS. Menurut Gus Yasin, rakyat Syuriah sebenarnya terbuka dengan pendatang dari negara lain. 

"Selama ini alumni Syuriah dikenal tukang buat bom, tukang pikiran-pikiran radikal. Saya katakan itu media yang frame negara Syuriah seperti itu. Ternyata pemuda-pemuda Syuriah welcome terhadap orang asing. Mereka tidak ada radikalisme," ujar Gus Yasin menegaskan.

Menurut Gus Yasin, sebagai organisasi kepemudaan, Komite Nasional Pemuda Indonesia Jawa Tengah punya peran strategis dalam menangkal radikalisme dan terorisme. 

Apalagi, kata Gus Yasin, Indonesia pada 2019 akan melakukan pesta demokrasi Pemilihan Presiden sekaligus Pemilihan Legislatif. Menurut Gus Yasin, KNPI Jateng harus mampu ambil bagian dalam memerangi sentimen suku, agama, ras, dan antar-golongan yang mengemuka saat musim kampanye. 

"Saya melihat perdebatan Pilpres dan Pileg itu muncul isu SARA, penggiringan opini terhadap salah satu capres dan caleg. Daya ingun kawan-kawan KNPI bisa memberikan perubahan besar," tegas Gus Yasin.

Ketua KNPI Jawa Tengah, Tino Indra Wardono, menyatakan siap bersinergi dengan Pemerintah Jawa Tengah dalam upaya memerangi radikalisme dan terorisme. Tino menyatakan siap memaksimalkan jaringan kepemudaan KNPI yang sudah mengakar di Jateng. 

"KNPI Jateng membawahi 91 organisasi yang ada di 35 Kabupaten dan Kota.  Semoga pemerintah bisa bersinergi dengan KNPI. Kami akan mengoptimalkan jaringan, senior-senior yang bisa sinergi membangun pemuda ke depan," tegas Tino Indra.




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id