Baliho Bowo Sidik Pangorso terpasang di kawasan Jepara kota
Baliho Bowo Sidik Pangorso terpasang di kawasan Jepara kota (Rhobi Shani)

Caleg Golkar Terdampak Kasus Bowo Sidik

pileg OTT KPK
Rhobi Shani • 12 April 2019 15:55
Jepara: Kasus yang menjerat politikus Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso, berdampak negatif pada calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Jepara dari Partai Golkar. Kasus suap yang kini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi itu membuat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar menurun.
 
Caleg DPRD Kabupaten Jepara dari Partai Golkar, Akhmad Faozi menyampaikan, meski tidak berimbas langsung pada dirinya, kasus Bowo Sidik Pangarso turut memberi pengaruh tingkat keterpilihan Partai Golkar.
 
“Bagi saya ini sebuah kecelakaan. Masyarakat pasti beranggapan semua sama. Karena sama-sama Caleg dan dari rumah yang sama,” ujar Faozi, Jumat, 12 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan munculnya kasus tersebut, Caleg Partai Golkar bekerja ekstra dimasyarakat. Selain mengenalkan diri pada masyarakat secara langsung, juga memberikan berjuang keras membuktikan ke masyarakat bahwa tidak semua Caleg Partai Golkar seperti Bowo Sidik Pangorso.
 
 “Sama sekali tidak ada instruksi. Baik dari pengurus di tingkat pusat sampai daerah tidak ada instruksi (politik uang),” kata Faozi.
 
Caleg Partai Golkar lainnya, Didik Pramono mengungkapkan, menurutnya kasus Bowo Sidik Pangorso tidak berpengaruh langsung pada pemilihnya. Meskipun kecil, dampak negatif atas kasus itu dapat dia rasakan.
 
"Ya, ada dampak negatifnya, tapi kecil dan tidak berpengaruh di pemilih. Dia (Bowo Sidik Pangarso) calon pusat belum banyak dikenal pemilih," kata Didik.
 
 Sebelumnya, Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Jepara, Jafar menyatakan, elektabilitas Partai Golkar di Bumi Kartini tidak terganggu. Menurutnya, kader partai bergambar pohon beringin itu sudah bisa memilah dan memilih.
 
“Kalau suara dia (Bowo Sidik) jelas pengaruh, tapi suara Golkar tidak. Golkar masih punya tokoh-tokoh yang bisa dipilih,” ungkap Jafar.
 
Pada Pemilu kali ini, Partai Golkar optimistis mampu memperoleh delapan kursi di DPRD Kabupaten Jepara. Saat ini, Partai Golkar mempunyai lima kursi di DPRD Kabupaten Jepara.
 
“Kader Partai Golkar ini kader-kader yang solid, jadi Golkar tidak terganggu dengan kasus itu,” pungkas Jafar.
 
Bowo Sidik Pangarso bersama Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti dan pejabat PT Inersia, Indung ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT HTK. Bowo dan Idung sebagai penerima sedangkan Asty pemberi suap.
 
Bowo yang juga caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil II) Jawa Tengah-meliputi Demak, Kudus, dan Jepara ini diduga meminta fee dari PT HTK atas biaya angkut. Total fee yang diterima Bowo USD2 permetric ton. Diduga telah terjadi enam kali menerima fee di sejumlah tempat seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT HTK sejumlah Rp221 juta dan USD85,130.
 
Bowo dan Indung selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangkan Asty selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif