Relawan memantau ombak di Pantai Drini, Tepus, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (24/7). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.
Relawan memantau ombak di Pantai Drini, Tepus, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (24/7). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah. (Ahmad Mustaqim)

Angka Kecelakaan Laut Pantai Selatan Meningkat

kecelakaan
Ahmad Mustaqim • 02 Januari 2019 15:53
Gunungkidul: Sebanyak 128 warga ataupun wisatawan terseret ombak di pantai selatan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta selama 2018. Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono mengatakan, jumlah korban tersebut ada di dalam 98 kasus yang terjadi selama 2018.
 
"Meski kasus banyak, yang meninggal dua orang, dan satu orang hilang," kata Marjono saat dihubungi, Rabu, 2 Januari 2019.
 
Marjono menjelaskan, terjadi peningkatan jumlah korban yang terseret ombak jika dibanding 2017 lalu. Pada tahun sebelumnya, dari 76 kasus kecelakaan laut, ada sebanyak 118 korban dan tiga di antaranya meninggal dunia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Marjono mengungkapkan, tingginya angka kecelakaan dan korban akibat wisatawan tak mematuhi peringatan serta informasi petunjuk keselamatan di lapangan. Masih ada banyak tak wisatawan yang nekad mandi di pantai.
 
Ia mengakui tak bisa melakukan pemantauan seluruh kawasan pantai. Selain terbatasnya personel, juga adanya keterbatasan sarana dan prasarana.
 
"Kami ada 57 personel. Tapi kebutuhan, satu pantai idealnya di awasi tiga personel. Sementara pantai di Gunungkidul ada banyak," ungkap Marjono.
 
Sementara Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Surisiyanto mengatakan, besarnya minat wisatawan mengunjungi pantai di Gunungkidul menimbulkan masalah lain.
 
Ia mencontohkan, Pantai Sepanjang yang memiliki panjang sekitar 600 meter bisa dikunjungi hingga lebih dari 10 ribu wisatawan saat hari libur. Sementara, petugas yang melakukan pengawasan hanya tiga orang. 
 
"Harapannya, dengan situasi keterbatasan ini wisatawan harus lebih dewasa. Bukan malah menyepelekan petugas di lapangan. Ada petugas yang memperingatkan dengan peluit tapi ditanggapi dengan 'gol..', 'offside..' Ini kan bukan untuk guyonan," pungkas Surisiyanto.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif