Arus Mudik di Pelabuhan Tanjung Emas Diperkirakan Mulai 10 Desember

Mustholih 08 Desember 2018 10:15 WIB
perayaan natal dan tahun baru
Arus Mudik di Pelabuhan Tanjung Emas Diperkirakan Mulai 10 Desember
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Semarang: Kementerian Perhubungan memperkirakan arus mudik Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, diperkirakan mulai pada 10 Desember 2018. Para pemudik yang pulang dengan menggunakan kapal di Tanjung Emas itu kebanyakan menuju Kalimantan, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

"Saya minta Dirjen Laut beri tambahan-tambahan (jadwal) ke daerah dengan fasilitas angkutan perintis. Supaya meningkatkan kegiatan akitivitas laut. (Arus mudik) mulai 10 Desember," kata Budi Karya di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 7 Desember 2018.

Menurut Budi Karya, arus mudik Natal dari Semarang-Kalimantan diperkirakan meningkat namun tidak terlalu signifikan. Peningkatan arus yang cukup drastis justri diperkirakan dari Semarang-Sumut, Semarang-Sulut, Semarang-NTT, dan Semarang-Papua. 


"Natal dan Tahun Baru di semarang ke Kalimantan tidak krusial, jumlah meningkat tapi relatuf flat. Yang Meningkat itu tujuan ke Sumut, Sulut, Maluku, NTT, dan Papua," ujar Budi Karya menegaskan.

Sejauh ini, kata Budi Karya, terminal penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas sudah siap melaksanakan arus mudik Natal dan Tahun Baru. Bahkan, pelayanan dan fasilitas di terminal penumpang Tanjung Emas tidak kalah dari Bandar Udara Ahmad Yani Semarang. 

"Saya lihat terminal Tanjung Emas sama baiknya dengan bandara dan saya lihat kerumunan penumpang yang akan pergi ke Ketapang nyaman sekali," tegas Budi Karya.

Menurut Budi Karya, setiap penumpang kapal yang akan masuk ke terminal penumpang Tanjung Emas bakal melewati pemeriksaan ketat. Tujuannya agar jumlah penumpang dengan manifest kapal bisa terdata dengan baik. 

Budi Karya menegaskan Kemenhub terus berupaya meningkatkan kemananan dalam moda transportasi laut. Setiap kapal yang tidak laik melaut diminta tidak beroperasi mengangkut penumpang. 

"Safety adalah yang pertama. Penumpang harus diperiksa. Bila mungkin lakukan rechek kapal-kapal yang tidak fit. Kalau kapal tidak terawat jangan (dioperasikan)," tegas Budi Karya.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id