“Sebetulnya upacara itu hanya simbol untuk mengenang. Yang harus dilakukan kalau kita benar-benar menghormati pahlawan, kita harus mampu meneruskan perjuangan apa yang telah dilakukan pahlawan,” kata Risma saat menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Pahlawan di halaman Taman Surya, Surabaya.
Menurut Risma, makna perjuangan era sekarang tentu saja berbeda dengan era pahlawan pejuang kemerdekaan dulu. Bila dulu, para pejuang melawan penjajah untuk bisa merdeka, kemudian era membangun ‘pondasi’ untuk mengisi kemerdekaan. Kini, perjuangan dilanjutkan oleh generasi penerus.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Mari kita ambil momentum untuk bangkit seperti yang telah dicontohkan para pahlawan. Tidak boleh ada ada kata menyerah, putus asa, ataupun kata tidak bisa,” kata Risma.
Hari Pahlawan 2017 kali ini bertema ”Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”. Kata Risma, tema itu mengingatkan agar masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan. “Hanya dengan bersatu, bisa maju bersama dan mendistribusikan berkah kemerdekaan kepada masyarakat. Warga Surabaya harus tetap guyub di Hari Pahlawan,” ujarnya.
Seusai upacara, wali kota memberikan penghargaan kepada warga/instansi berprestasi. Diantaranya kepada Kepala BPN II Surabaya, Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak. Kemudian juga untuk TK At-Taqwa, SDN Sememi I dan SMPN 23 selaku sekolah juara I lomba sekolah sehat. Termasuk memberikan izin pemakaian rumah kepada para veteran.
“Ada tim yang berhak menentukan dan siapa (veteran) yang berhak menempati. Itu semua dilakukan oleh tim yang men-screening siapa yang berhak menerimanya,” kata Risma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
